alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Bagian Kesra Setkab Pamekasan Godok Modul Beasiswa Santri

12 Juli 2020, 19: 40: 23 WIB | editor : Abdul Basri

KONSISTEN: Kabag Kesra Setkab Pamekasan Halifaturrahman (kanan) memimpin penyusunan modul untuk santri penerima beasiswa bersama pembimbing di lantai 2 ruang Wahana Wicaksana Praja, Jumat (10/7).

KONSISTEN: Kabag Kesra Setkab Pamekasan Halifaturrahman (kanan) memimpin penyusunan modul untuk santri penerima beasiswa bersama pembimbing di lantai 2 ruang Wahana Wicaksana Praja, Jumat (10/7). (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

Pemkab Pamekasan serius menggarap program beasiswa santri. Ribuan penerima akan disebar ke puluhan pondok pesantren. Berbagai upaya telah disiapkan.

ONGKY ARISTA UA, Pamekasan, RadarMadura.id

UNTUK pertama kalinya, pada tahun ini 2.000 santri di Pamekasan diberi beasiswa oleh. Santri-santri yang tersebar di sekitar 55 pondok pesantren (ponpes) tersebut tidak akan dilepas begitu saja. Mereka disediakan pembimbing khusus.

Sekitar 25 pembimbing sudah disediakan. Puluhan pembimbing tersebut sudah mengikuti berbagai training khusus. Mereka bertugas ke pesantren-pesantren yang bermitra setiap pekan untuk memberikan tambahan materi kepada ribuan santri penerima beasiswa tersebut.

Sementara materi pokok yang akan diberikan oleh pembimbing kepada ribuan santri itu meliputi tiga wawasan. Materi pertama seputar wawasan keagamaan. Kedua meliputi wawasan kebangsaan dan terakhir tentang kewirausahaan.

Wawasan keagamaan diberikan kepada santri untuk menebalkan spektrum keagamaan santri. Wawasan ini akan menopang pengetahuan agama yang memang sudah dipelajari santri-santri di pesantren.

Wawasan kebangsaan untuk memberikan santri wawasan tentang spektrum bangsa Indonesia. Untuk melindungi santri dari paham-paham radikalis yang berpotensi merongrong negara. Dengan begitu, santri benar-benar digodok jadi figur masa depan bangsa.

Lalu, wawasan kewirausahaan ini tidak lain untuk menopang tumbuh kembangnya ekonomi dari kalangan santri. Ini akan menjadi bekal wawasan yang berhubungan erat dengan program pemkab dalam membentuk desa tematik dan mewujudkan 10 ribu start-up baru di masa depan.

Tim pembimbing terdiri atas unsur bagian kesejahteraan (Kesra) setkab, akademisi, ulama, TNI, dan Polri. Mereka telah melakukan penyusunan modul yang meliputi tiga materi pokok di atas di lantai 2 ruang Wahana Wicaksana Praja Pemkab Pamekasan, Jumat (10/7). Kegiatan itu dipimpin Kabag Kesra Setkab Pamekasan Halifaturrahman.

Halifaturrahman menyampaikan bahwa pembimbing akan terus menggodok santri dari jalur luar. ”Dalam pertemuan Jumat itu, pembimbing yang terdiri dari tiga kelompok tersebut memaparkan progres hasil rumusan materinya untuk dikaji dan divaluasi,” terangnya.

Sebelumnya, pada 14–16 Februari lalu, tim pembimbing tersebut telah mengikuti training of trainer (TOT) di salah satu hotel di Surabaya. Saat itu TOT dibuka oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. ”Mereka mendapat pembekalan, baik sebagai pembimbing santri maupun sebagai penyusun buku modul dengan pemateri selingkup dari provinsi maupun nasional,” tambahnya.

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia