alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tuntut Seret Dua Penjemput Korban

10 Juli 2020, 17: 25: 14 WIB | editor : Abdul Basri

SAMPAIKAN ASPIRASI: Peserta aksi saat berorasi di depan Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra (kanan) kemarin.

SAMPAIKAN ASPIRASI: Peserta aksi saat berorasi di depan Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra (kanan) kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Delapan tersangka kasus pemerkosaan terhadap seorang janda sudah ditahan. Namun, Persatuan Mahasiswa Kokop (PMK) belum puas. Mereka menuntut dua orang yang menjemput korban juga diseret ke meja hijau.

Lima tuntutan yang digaungkan PMK kemarin (9/7). Pertama, mereka meminta semua pelaku diadili tanpa memandang status sosial keluarga. Kedua, mereka menunut para pelaku dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan, pasal 365 KUHP tentang perampasan, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dan pasal 368 tentang pengancaman kekerasan.

Tuntutan ketiga, dua orang yang menjemput korban RD dan RZ juga diadili. Menurut PMK, mereka bisa dijerat dengan pasal 55-56 KUHP karena diduga turut melakukan atau membantu melakukan tindak kejahatan. Keempat, kepolisian harus menggelar perkara antara pelapor dan terlapor. Terakhir, polisi harus memberikan jaminan keamanan pada keluarga korban.

”Kami tahu pelaku sudah tertangkap, tetapi ini belum tuntas,” jelas Ketua PMK Syamsul Hadi dalam orasinya di depan Mapolres Bangkalan.

Lima tuntutan itu berdasar analisis serta tuntutan dan keluhan masyarakat juga keluarga. Delapan tersangka yang sudah ditahan diduga banyak diantarkan keluarga atau menyerahkan diri. Hal itu memberikan kesan kurang elok pada polisi. Sebab, Korps Bhayangkara terkesan hanya menunggu bola. ”Kami akan dampingi dan kawal kasus ini sampai tuntas. Tidak boleh timpang,” tegas Syamsul.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja menjelaskan, saksi yang mengantar korban pulang sudah dipanggil dan diperiksa dua kali. Bahkan, pemeriksaan dan pengembangan sudah dilakukan. Sampai saat ini belum ada dugaan apa pun. ”Belum ada tanda-tanda bahwa mereka berdua terlibat. Kami masih kembangkan,” tuturnya.

Berdasarkan penjelasan kedua saksi, mereka menyerahkan korban pada delapan tersangka karena takut. Selain itu, para tersangka berjanji mengantarkan korban pulang. Mereka juga tidak mengenal delapan tersangka dan tidak melihat kejadian. ”Saya kira penjelasan saksi memang demikian. Tetapi itu belum cukup,” jelasnya.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengapresiasi peran PMK yang mengawal dan mendorong kasus asusila ini agar dapat segera diselesaikan. Dengan tegas Rama berjanji akan menuntaskan kasus ini dan diberikan hukuman seadil-adilnya.

Namun, dia tidak bisa langsung menyetujui tuntutan beberapa pasal yang disampaikan PMK. Sebab, hal tersebut masih terus diperdalam oleh penyidik selain pembahasan pasal itu disetujui untuk dituntaskan. ”Baik hukuman bagi pelaku maupun menciptakan keamanan keluarga. Sebab, itu merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Rama.

Delapan tersangka dijebloskan ke penjara dalam kasus pemerkosaan terhadap janda berinisial S. Dua di antara mereka masih remaja. Mereka berasal dari Kecamatan Tanjungbumi dan Kecamatan Kokop.

Delapan tersangka itu masing-masing bernama Muhammad Fathurrahman (MF) alias Fat (F), 21; Ahmad Rouf (AR), 22; dan Muhammad Zaini (MZ), 20. Mereka berasal dari Dusun Mandelan, Bungkeng, Tanjungbumi. Muhammad Fathurrahman berstatus sebagai mahasiswa. Ahmad Rouf pekerja swasta dan Muhammad Zaini tidak bekerja.

Tiga tersangka lagi berasal dari Kecamatan Kokop. Yaitu Fathur Rohman (FR) alias Sulaiman (S), 19, warga Dusun Dang Bigih, Desa Mandung; Mabrur Rahman (MR) alias Akong (A), 21, warga Dusun Toroi, Desa Tlokoh; dan Salman Alfarizi (SA) alias Mat Salman (MS), 25, warga Dusun Palongan, Desa Mandung. Mereka tidak bekerja.

Sementara itu, dua tersangka anak di bawah umur berasal dari Kecamatan Tanjungbumi. Masing-masing berinisial J alias C. Dia masih umur 14 tahun 11 bulan. Tersangka lainnya berinisial AR, 17.

Kasus ancaman kekerasan, pemerkosaan, dan pencurian itu terjadi Jumat (26/6) sekitar pukul 01.00. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Longkak, Desa Bandang Laok, Kecamatan Kokop. Korban melapor Minggu (28/6). Selasa malam (30/6) korban meninggal dunia. (hel)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia