alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Tahan Delapan Tersangka, Dua Remaja, Lima Pengangguran

09 Juli 2020, 15: 52: 20 WIB | editor : Abdul Basri

MENUNDUK: Para tersangka kasus pemerkosaan terhadap seorang janda dirilis Polres Bangkalan kemarin sore.

MENUNDUK: Para tersangka kasus pemerkosaan terhadap seorang janda dirilis Polres Bangkalan kemarin sore. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Upaya Polres Bangkalan dalam menangani kasus pemerkosaan janda asal Kecamatan Kokop tidak mengecewakan. Delapan tersangka berhasil dijebloskan ke penjara. Dua di antaranya masih remaja.

Delapan orang tersangka yang diamankan Satreskrim Polres Bangkalan terdiri atas pengangguran, pelajar, mahasiswa, dan pekerja swasta. Mereka berasal dari Kecamatan Tanjungbumi dan Kecamatan Kokop.

Delapan tersangka itu masing-masing bernama Muhammad Fathurrahman (MF) alias Fat (F), 21; Ahmad Rouf (AR), 22; dan Muhammad Zaini (MZ), 20. Mereka berasal dari Dusun Mandelan, Bungkeng, Tanjungbumi. Muhammad Fathurrahman berstatus sebagai mahasiswa. Ahmad Rouf pekerja swasta dan Muhammad Zaini tidak bekerja.

Tiga tersangka lagi berasal dari Kecamatan Kokop. Yaitu Fathur Rohman (FR) alias Sulaiman (S), 19, warga Dusun Dang Bigih, Desa Mandung; Mabrur Rahman (MR) alias Akong (A), 21, warga Dusun Toroi, Desa Tlokoh; dan Salman Alfarizi (SA) alias Mat Salman (MS), 25, warga Dusun Palongan, Desa Mandung. Mereka tidak bekerja.

Sementara itu, dua tersangka anak di bawah umur berasal dari Kecamatan Tanjungbumi. Masing-masing berinisial J alias C. Dia masih umur 14 tahun 11 bulan. Tersangka lainnya berinial AR, 17.

Mereka harus mengenakan seragam tahanan Polres Bangkalan. Wajah mereka menunduk saat dibeber ke hadapan awak media kemarin (8/7). Selain kasus pemerkosaan, mereka juga dijerat dengan pasal ancaman kekerasan dan pencurian.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengungkapkan, kasus ancaman kekerasan, pemerkosaan, dan pencurian itu terjadi Jumat (26/6) sekitar pukul 01.00. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Longkak, Desa Bandang Laok, Kecamatan Kokop. Korban keberingasan para tersangka ini merupakan seorang janda bernisial S asal Kecamatan Kokop.

Korban melapor Minggu (28/6). Kemudian, polisi melakukan serangkaian penyelidikan dengan menggali dan mencari alat bukti. Namun sangat memprihatinkan, korban meninggal dunia Selasa malam (30/6). ”Kami keluarga besar Polres Bangkalan turut berduka sedalam-dalamnya serta melanjutkan serangkaian penyelidikan dan penyidikan,” katanya.

Kematian korban tidak menyurutkan petugas untuk mengungkap kasus tersebut. Polres Bangkalan mengidentifikasi enam orang dan ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (3/7). Penetapan tersangka dari hasil gelar perkara berdasarkan dua alat bukti. Berikut proses penyidikan secara scientific investigation melibatkan Labfor Polda Jatim serta data digital. ”Ini kami rangkai,” terangnya.

Selanjutnya, pihaknya melakukan upaya paksa penggerebakan ke rumah tiga tersangka. Namun, belum membuahkan hasil. Mereka tidak ada di rumah. Upaya selanjutnya dengan melakukan pendekatan kepada para tokoh dan kepala desa.

”Kami ucapkan terima kasih atas peran dan kerja sama seluruh pihak. Terutama tokoh dan kepala desa di Kecamatan Kokop dan Tanjungbumi yang membantu para tersangka untuk segera diamankan,” bebernya.

Saat polisi menggerebek rumahnya, tersangka tidak ada di tempat. Bahkan, ada yang lari ke luar provinsi. Pihaknya kemudian bekerja sama dengan tokoh masyarakat serta kepala desa. Sehingga, para tersangka tertangkap untuk diproses hingga tuntas.

Hasil pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti (BB) dicocokkan dengan keterangan tersangka satu dengan yang lain untuk mengungkap peran mereka. Peran MF alias F, AR, J alias C, MS, FR alias S, MR alias A, dan AR alias R menghadang dan membawa S ke atas bukit. ”Namun, MS hanya melihat pada saat korban disetubuhi secara bergantian,” ungkap Rama.

SA alias MS tidak mengakui melecehkan korban. Namun, berdasarkan keterangan MF alias F, AR, J alias C, MS, FR alias S, MR alias A melihat bahwa SA alias MS juga ikut memerkosa korban.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja menambahkan, berdasar laporan, pemerkosaan kepada korban ada tujuh orang. Dari hasil pemeriksaan, tersangka pertama menyebutkan ada enam orang. Kemudian bertambah satu orang hingga menjadi delapan. ”Tersangka yang lari itu sudah kami deteksi. Cuma belum tahu lokasinya di mana,” ujarnya.

Tersangka kedelapan itu hasil dari pemeriksaan tersangka lain. Jumat pihaknya hanya mendapatkan enam orang tersangka. ”Kalau sudah tersangka, meskipun tidak mengaku sampai kiamat pun tetap kami tahan,” tegasnya.

Dua orang yang keluar provinsi Rouf dan Sulaiman. Mereka kabur ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pelarian mereka sebenarnya sudah terdeteksi petugas. ”Cuma lokasinya saja yang tidak kami ketahui,” imbuhnya.

Senin (29/6) mereka sudah tidak ada di rumah. Bahkan, pada Minggu (28/6) sudah lari ketika tahu dilaporkan ke polisi. Sementara Mat Salman kabur ke Malang. Dia dijemput ke Bungurasih tadi pagi (kemarin, Red).

Agus menerangkan, penanganan perkara terhadap J dan AR akan dilakukan secara khusus. Sebab, dua tersangka ini masih di bawah umur. Perkara mereka akan diproses lebih cepat dan berkasnya akan dipisah. Nantinya akan masuk sistem peradilan anak. Hukumannya berbeda. Sidang terpisah. Begitu juga dengan penahanannya berbeda.

”Biasanya kalau di bawah umur hukumannya sepertiga dari ancaman maksimal. Itu pun berkasnya dua minggu harus masuk ke JPU,” terangnya.

Sementara itu, kematian S tidak diotopsi. Sebab, keluarga korban tidak berkenan divisum. Polisi belum melihat keterlibatan dua rekan korban dalam kasus ini. Mereka tidak saling kenal dengan delapan tersangka. ”Hanya dijadikan saksi semua,” tandasnya.

Selain mengungkap delapan tersangka itu, Polres Bangkalan juga merilis seorang buronan kasus pemerkosaan disertai pencurian dan kekerasan. Tersangka berinisal MA yang masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2018 itu dibekuk Selasa (7/7). Sedangkan rekannya, AM, sudah divonis 12 tahun penjara. Karena melawan, MA dihadiahi timah panas.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia