alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pelaku Pemerkosaan Tinggalkan Kota Salak

Polisi Kantongi Enam Identitas

07 Juli 2020, 20: 00: 24 WIB | editor : Abdul Basri

Pelaku Pemerkosaan Tinggalkan Kota Salak

Share this      

BANGKALAN – Sepekan sudah laporan pemerkosaan janda satu anak secara bergilir oleh tujuh pelaku masuk Polres Bangkalan. Namun, hingga kemarin (6/7) belum ada seorang pun pelaku yang ditangkap. Polisi menyebut mereka sudah meninggalkan Kota Salak.

Bahkan, sebagian pelaku melarikan ke luar Madura. Polisi mengaku mengantongi identitas keenam pelaku. Demi kepentingan penyidikan, penyidik merahasiakan nama-nama pelaku dan asal daerahnya.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menyatakan, identitas pelaku pemerkosaan tersebut sudah terungkap. Saat ini enam dari tujun pelaku dalam tahap pengejaran.

Kegiatan saintifik melibatkan tim labfor dan tim forensik. Jadi, tersangka sudah dapat ditentukan. ”Yang satu menunggu pengungkapan dari keenam pelaku,” terangnya.

Jika nanti belum ada titik terang, pihaknya akan menerbitkan daftar pencarian orang (DPO). Sebagian pelaku sudah di luar Bangkalan. Bahkan, berada di luar Provinsi Jatim. ”Kami akan kejar sampai kapan pun dan di mana pun dan akan kami tangkap,” janjinya.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sorbanapraja menambahkan, sampai saat ini penyidik mendalami kasus pemerkosaan itu. Beberapa saksi sudah didatangkan ke mapolres. Namun, saksi mengaku tidak ada yang mengenali pelaku.

”Saksi yang kami panggil juga mengaku tak mengenali pelaku sehingga sulit dilakukan identifikasi,” ujarnya.

Tim Polres Bangkalan telah melakukan penggerebekan di tiga rumah para pelaku. Namun, pelaku tak ada. ”Kami akan terus kejar dan secepatnya ditangkap,” janjinya.

Dua saksi yang mengantar korban sudah dua kali didatangkan ke Mapolres Bangkalan. Dari hasil pemeriksaan, belum ada indikasi yang menyatakan kedua saksi terlibat. ”Satu pelaku yang belum teridentifikasi nanti segera terungkap setelah enam pelakunya tertangkap,” tegasnya.

Di tempat terpisah. Psikolog Mutmainnah sempat menangani korban berinisial S, 20. Pada Minggu (28/6), korban mengaku sering mendapat teror melalui handphone. Saat ditangani di rumahnya, korban sempat menceritakan banyak hal dan berjanji tidak akan bunuh diri.

Karena itu, saat korban diketahui meninggal, Mutmainnah juga syok dan tidak menyangka korban melakukan hal tersebut. ”Saya masih belum bisa memberikan komentar banyak, tunggu setelah tujuh harinya nanti. Saya masih syok,” ungkap istri anggota DPRD Jatim Mathur Khusairi itu. (hel) 

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia