alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Esai
icon featured
Esai

Harmonisasi Bakat & Kemauan

(Sebuah Tausiyah Musik)

05 Juli 2020, 18: 54: 56 WIB | editor : Abdul Basri

Hendra Gemma Musisi asal Bangkalan (kanan) bersama Pemred Jawa Pos Radar Madura.

Hendra Gemma Musisi asal Bangkalan (kanan) bersama Pemred Jawa Pos Radar Madura. (RadarMadura.id)

Share this      

JIKA kita pernah membaca bahwa persentase antara bakat (kemampuan) dan latihan (kemauan) untuk menjadi seorang pemusik yang bagus adalah 10 persen untuk bakat dan 90 persen untuk latihan. Itu berarti bahwa untuk menjadi seorang pemusik dengan tingkat keterampilan yang tinggi tidak bisa hanya bermodalkan bakat!

Namun, kita harus mengolah bakat kita yang merupakan anugerah dari Tuhan dengan berlatih dan terus berlatih dengan perbandingan 1:9. Mengapa perbandingannya seekstrem itu? Mengapa kita masih harus mengembangkan bakat musik yang kita miliki dengan latihan keras? Apakah bakat yang bagus saja tidak cukup?

Salah satu alasannya adalah, suatu bakat (dalam bidang apa pun) ibarat sebuah bibit tanaman. Sebagus apa pun bibit yang kita miliki, jika tidak pernah disiram, diberi pupuk, dan dirawat sesuai dengan apa yang dibutuhkan, bibit tersebut tidak akan bisa tumbuh, berkembang serta berbuah dengan baik.

Alasan berikutnya, bahwa bermain musik/bernyanyi menggunakan anggota tubuh kita yang digerakkan oleh otot. Otot-otot tersebut perlu kita latih supaya bisa bergerak sesuai dengan perintah dari otak, yang menerima dan memproses data dari indra yang kita miliki. Maka dari itu, kita butuh latihan.

Seorang guru besar musik sekaligus pemain biola dari Jepang Sin’ichi Suzuki mengatakan, seorang pemusik membutuhkan latihan rutin dalam 1 hari itu minimal 4 jam. Jika kita punya bakat musik yang bagus, namun otot kita tidak terlatih, maka yang terjadi adalah kita tahu bahwa permainan kita salah, tapi anggota tubuh kita tidak bisa bergerak dengan kecepatan dan ketepatan yang kita inginkan. Sehingga, tidak bisa menghasilkan bunyi/suara yang bagus seperti yang kita harapkan. Seperti pitch yang tidak tepat (fals), warna suara dan kualitas suara tidak bagus dan sebagainya.

Satu hal lagi, seperti halnya atlet yang harus latihan tiap hari secara intens dan kontinu, semata-mata bertujuan membentuk teknik atau skill lebih mapan dan kuat. Disiplin latihan juga akan memengaruhi kekuatan tenaga dan otot kita. Makin banyak waktu buat latihan, akan semakin kuat juga otot kita. Dalam artian, kita tidak akan cepat merasakan capek.

Maka dari itu, pemusik juga harus latihan tiap hari untuk melatih otot-otot dari bagian tubuhnya yang digunakan untuk bernyanyi dan bermain musik agar menghasilkan suara yang bagus, nada yang tepat, dengan kecepatan/tempo seperti yang diinginkan dan tentunya akan menambah kekuatan otot-otot kita saat kita akan pentas. 

HENDRA GEMMA

Musisi asal Bangkalan

(mr/*/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia