alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radarmadura
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

MU Sambut Kelanjutan Kompetisi

Manajemen Siapkan Rangkaian Tes Pemain

05 Juli 2020, 16: 05: 21 WIB | editor : Abdul Basri

SENGIT: Pemain Persebaya Surabaya Makan Konate mendapat hadangan 3 pemain Madura United saat Piala Gubernur Jatim di Stadion Gelora Bangkalan.

SENGIT: Pemain Persebaya Surabaya Makan Konate mendapat hadangan 3 pemain Madura United saat Piala Gubernur Jatim di Stadion Gelora Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) belum memutuskan kelanjutan kompetisi Liga 1 yang ditunda sejak Maret lalu. Namun, organisasi ini merencanakan kompetisi akan digelar kembali pada Oktober mendatang.

Madura United (MU) FC sebagai salah satu peserta kompetisi mulai menyikapi rencana tersebut. Pemain MU yang diliburkan akan kembali diminta untuk bergabung dengan tim. Bahkan, manajemen tim telah menyiapkan rangkaian tes untuk pemain.

Pelatih MU Rahmad Darmawan (RD) mengatakan, tim pelatih dan manajemen MU telah melakukan komunikasi tentang bergulirnya kompetisi pada Oktober mendatang. Pihaknya juga akan menyiapkan opsi rencana latihan untuk anak asuhnya.

Pihaknya sudah diskusi di lingkup pelatih. Juga, komunikasi dengan Haruna Sumitro selaku direktur soal rencana latihan. ”Kami akan segera menyeriusi, sambil melihat keadaan terkini soal pandemi di Surabaya-Madura,” ucapnya kemarin (4/7).

RD menambahkan, kendati kepastian kompetisi belum diumumkan secara resmi, persiapan tim sudah dipikirkan. Bahkan, opsi latihan yang harus dijalani anak asuhnya 6–8 minggu sebelum kompetisi sudah direncanakan.

Hal tersebut dimaksudkan untuk mengembalikan kondisi fisik pemain Laskar Sape Kerrap. Namun, lanjut RD, waktu pengembalian kondisi fisik pemain dapat diefisiensi  dengan latihan rutin yang harus dilakukan secara kontinu oleh para pemainnya.

”Dengan disiplin melakukan self training tetapi tetap dalam kontrol staf pelatih. Sehingga bisa mengikis waktu TC sebelum kompetisi,” tutur eks pelatih timnas tersebut.

Jika pemain kembali bergabung, pihaknya telah mempersiapkan 2–3 kali pemeriksaan fisik dan kesehatan pemain, termasuk di antaranya rapid test. Itu dimaksudkan untuk mengetahui kondisi fisik dan kesehatan pemain.

Mantan pelatih Persebaya Surabaya itu berharap, lanjutan kompetisi tetap dilakukan dengan sistem home away. Namun, pihaknya tidak mempersoalkan jika kompetisi harus dipusatkan di satu wilayah seperti rencana PSSI.

”Saat ini SOP naik pesawat banyak sekali tahapan yang harus dilakukan, dan setiap daerah belum tentu sama kebijakannya dalam penanggulangan pandemi. Jadi buat saya nggak masalah andai ada sentralisasi terhadap beberapa tim yang mungkin jangkauan jaraknya tidak bisa dilalui jalur darat,” papar RD. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia