alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Gadis Desa Digilir Tujuh Pria

30 Juni 2020, 19: 35: 12 WIB | editor : Abdul Basri

Gadis Desa Digilir Tujuh Pria

Share this      

BANGKALAN – Nasib S (inisial) benar-benar tragis. Perempuan 20 tahun asal Kecamatan Kokop itu dinodai tujuh pria secara bergiliran. Sampai saat ini, tak ada satu pun pelaku yang ditangkap polisi.

Kronologinya, pada Jumat malam (26/6) sekitar pukul 20.00 S dijemput dua temannya, Rizal dan Abdus. Pemuda asal Desa Tagungguh, Kecamatan Tanjungbumi itu mengendarai motor Yamaha NMax.

Dengan mengendarai motor Yamaha NMax, mereka bertiga menuju Indomaret di Kecamatan Tanjungbumi. Setelah S berbelanja kebutuhan pribadinya, Rizal dan Abdus mengantar pulang S.

PAPARKAN: Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja.

PAPARKAN: Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja. (DARUL HAKIM/RadarMadura.id)

Sesampainya di belakang masjid di Desa Bungkeng, Kecamatan Tanjungbumi, mereka dicegat oleh tujuh orang. Mereka menanyakan keperluan S bersama dua temannya.

Setelah menyampaikan keperluannya, S bersama Rizal dan Abdus melanjutkan perjalanan pulang. Namun, ketujuh orang tadi mengikuti motor Nmax tersebut.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Kecamatan Kokop, sekitar 600 meter dari rumah S, Rizal dan Abdus diminta menghentikan kendaraannya. S lalu disuruh turun.

Rizal dan Abdus tidak berdaya karena pelaku mengancam dengan senjata tajam (sajam). Mereka berdua hanya bisa meminta pelaku agar mengantarkan S ke rumahnya secara baik-baik.

”Akhirnya dua orang rekan korban pulang. Setelah mereka (Rizal dan Abdus, Red) pulang, perbuatan keji itu terjadi,” ungkap Nasiruddin yang mendampingi keluarga korban melapor ke Polres Bangkalan, Minggu (28/6).

Menurut Nasiruddin, perbuatan keji itu terjadi sekitar pukul 01.00 Sabtu (27/6). Korban diperkosa tujuh pria secara bergilir hingga pukul 04.00. Korban sempat teriak, tapi mulutnya ditutup.

Agar bisa lepas dari pelaku, S beralasan ingin membuang air besar. Saat itu, korban melarikan diri ke semak-semak.

TKP sudah dekat dengan rumah korban. Lokasinya lebih kurang 600 meter. Korban pulang dalam keadaan tanpa pakaian. ”Keluarga akhirnya melapor ke Polres Bangkalan dengan harapan diproses dengan cepat,” katanya.

Menanggapi itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarnapraja membenarkan perbuatan biadab tersebut. Pihaknya sudah menerima laporan dari keluarga korban.

Saat ini pihaknya membuat tim untuk memproses kasus pemerkosaan itu supaya lebih cepat.  ”Anggota saya sudah bergerak ke lapangan,” tegasnya.

Perwira asal Jawa Barat itu menyebut, terlapor yang disebutkan ada tujuh orang. Tetapi, identitasnya belum diketahui. Pihaknya menerima laporan Minggu (28/6) dengan nomor laporan polisi (LP) LPB/116/VI/RES.1.4.2020Reskrim. TKP di Kecamatan Kokop. ”Kami sudah proses. Semoga segera terungkap para pelakunya,” janjinya.

(mr/rul/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia