alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Desak Kafe dan Resto Wiraraja Ditutup

30 Juni 2020, 19: 31: 39 WIB | editor : Abdul Basri

WADUL: PAC GP Ansor Tlanakan menyampaikan aspirasi di kantor dewan kemarin.

WADUL: PAC GP Ansor Tlanakan menyampaikan aspirasi di kantor dewan kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Desakan penutupan kafe dan resto Wiraraja kian deras. Kini datang dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Tlanakan. Mereka menyampaikan tuntutan serupa.

Mereka menggelar audiensi di gedung DPRD Pamekasan kemarin (29/6). Pertemuan itu juga dihadiri kepala Satpol PP Pamekasan, kepala dinas penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP), dan camat Tlanakan.

Pembina PAC GP Ansor Tlanakan Zainullah menyampaikan, kedatangannya untuk meminta ketegasan pemerintah menutup kafe dan resto Wiraraja. Sebab, usaha tersebut tidak memiliki legalitas.

Beberapa waktu lalu juga ada penggerebekan pesta narkoba di salah satu ruangan karaoke. Itu jelas  mencederai Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam. ”Kami meminta pemkab secara serius dan sungguh-sungguh untuk melakukan penutupan,” desaknya.

Selama ini, pemerintah terkesan tidak tegas. Sudah berulang kali kafe dan resto Wiraraja ditutup pemerintah karena tidak memiliki izin usaha. Namun, manajemennya kembali membuka.

”Kalau (pemerintah) serius, tidak akan dibuka kembali. Lah ini dulu pernah ditutup, tapi dibuka kembali,” katanya.

Dari audiensi yang dilakukan, satpol PP berjanji akan memasang banner penutupan berukuran jumbo. Dia berharap rencana itu segera dilakukan untuk menjawab keresahan masyarakat. ”Kalau tidak dipasang, jangan salahkan masyarakat kalau bertindak sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Pamekasan Kusairi mengaku sudah melakukan penutupan secara permanen kafe dan resto Wiraraja. Sebab, usaha dan reklamasi yang dilakukan tidak berizin. Pihaknya akan memasang banner pemberitahuan bahwa kafe dan resto Wirajara ditutup.

Kusairi tidak menampik penutupan pernah dilakukan oleh lembaganya. Tetapi, pemilik usaha kembali membuka. Kondisi tersebut diperparah banyaknya pengunjung yang datang ke kafe dan resto tersebut. ”Sekarang kan yang salah kedua-duanya. Pemilik salah, masyarakat juga salah,” ujarnya.

Kusairi berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada pemilik dan masyarakat jika masih keluar masuk tempat usaha yang telah ditutup itu. Jika ditemukan aktivitas, lembaganya akan melakukan penyelidikan.

”Jika ada yang masih masuk tempat yang dilarang, akan saya perintahkan staf untuk menyelidiki,” janjinya.

Camat Tlanakan Muttaqin mengaku sepakat dengan permintaan PAC GP Ansor. Keberadaan kafe dan resto Wirajaja cukup meresahkan masyarakat. ”Forkopimka responsnya postif, karena Wiraraja terbukti menyalahi perda,” imbuhnya.

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan Ali Maskur menegaskan, semua usaha harus memiliki izin dari pemerintah. Dia mendukung langkah penutupan yang menjadi tutuntan PAC GP Ansor. ”Semua jenis usaha yang tidak memiliki izin harus dipasang banner pemberitahuan bahwa telah melanggar perda,” imbaunya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia