alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Perseba Akan Panggil Pemain, Perssu Mempertimbangkan

Menuju Kompetisi Liga 3

29 Juni 2020, 12: 55: 01 WIB | editor : Abdul Basri

ASAH SKILL: Pemain Perseba Bangkalan saat gelar sesi latihan di SGB sebelum pandemi Covid-19.

ASAH SKILL: Pemain Perseba Bangkalan saat gelar sesi latihan di SGB sebelum pandemi Covid-19. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Kompetisi Liga 3 direncanakan bergulir kembali. Perseba Bangkalan bersiap memanggil para pemainnya. Semantara Perssu belum memutuskan.

”Karena persiapan new normal. Informasinya, PSSI akan membuka Liga 3,” kata Pelatih Perseba Bangkalan David Agus Prianto kemarin (28/6).

Sejak pandemi Covid-19, pemain Perseba memang diistirahatkan. Keputusan tersebut diambil karena mengikuti protokol kesehatan.

LASKAR KUDA TERBANG: Pemain Perssu kala melakoni pertandingan Liga 3 di Stadion A. Yani Sumenep musim lalu.

LASKAR KUDA TERBANG: Pemain Perssu kala melakoni pertandingan Liga 3 di Stadion A. Yani Sumenep musim lalu. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Jarang latihan bersama, jelas berpengaruh pada kondisi fisik dan performa pemain. Untuk itu, latihan perlu diintensifkan kembali. ”Jelas berdampak. Karena para pemain tidak melaksanakan sesi latihan,” ujar dosen Unesa Surabaya itu.

Rencana untuk memanggil para pemain akan segera dilakukan. Namun, David tidak bisa memastikan. Sebab, harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak manajemen. ”Saya akan koordinasikan dulu ke manajemen, kapan pemain akan dipanggil,” ungkapnya.

Latihan ringan sangat perlu dilakukan supaya pemain terasah lagi. Tiga bulan tidak pernah menyentuh bola, sangat berdampak terhadap skill para pemain. Maka dari itu, untuk memulihkan pemain ke performa sebelumnya, tentu dengan cara latihan.

”Pokoknya saya kabari nanti. Yang jelas, para pemain sudah kangen mengikuti sesi latihan. Juga tak sabar bertanding di Liga 3,” sambung David.

Sementara itu, Manajer Perssu Sumenep Hairul Anwar masih akan mempertimbangkan untuk ikut kompetisi musim 2020. Mengingat, keselamatan dan kesehatan pemain sangat rentan di tengah wabah virus korona.

Menurut Hairul, ketika bermain dua kali 45 menit, kondisi fisik pemain akan menurun. Itu karena terforsir untuk pertandingan. Dalam kondisi seperti itu pemain mudah terpapar virus.

”Kalau terpapar, bukan hanya pemain, tapi klub juga akan susah. Otomatis seluruh ofisial, pelatih, pemain, dan tim lawan juga bisa tertular. Ini akan tambah memakan biaya besar. Kalau dikarantina semua, bagaimana?” paparnya.

Ada beberapa klub sepakat Liga 3 digulirkan kembali. Tapi, banyak juga yang merasa keberatan ketika digelar di tengah pandemi Covid-19. Seharusnya, seluruh warga sepak bola mementingkan kesehatan dan keselamatan pemain.

”Kami akan pertimbangkan untuk ikut. Jadi sebelum mengumpulkan pemain, kami masih akan pertimbangkan kembali. Memungkinkan atau tidak untuk ikut di Liga 3 ini,” kata Ketua Askab PSSI Sumenep itu.

Namun jika digelar setelah pandemi Covid-19 berakhir, pihaknya memastikan untuk ikut kompetisi. ”Yang jelas, akan kami pertimbangkan lagi untuk ikut kompetisi di tengah pandemi saat ini,” ujarnya.

Sebelum adanya pandemi Covid-19, manajemen telah merekrut tim pelatih. Termasuk, mendaftarkan diri sebagai peserta Liga 3 musim 2020. Namun, belum sempat melakukan rekrutmen pemain, agenda keolahragaan ditunda.

”Jadi sampai saat ini baru tim pelatih yang terbentuk. Komunikasi dengan beberapa pemain yang diajak bergabung sebelumnya juga sudah dilakukan,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumenep ini.

(mr/daf/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia