alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Lima SMAN tanpa Pendaftar Khusus PPDB Jalur Prestasi

29 Juni 2020, 12: 50: 28 WIB | editor : Abdul Basri

Lima SMAN tanpa Pendaftar Khusus PPDB Jalur Prestasi

Share this      

SUMENEP – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020 di SMAN berakhir 27 Juni. Di jalur prestasi, lima SMAN di Kota Keris tanpa pendaftar.

Yakni, SMAN 1 Arjasa, SMAN 1 Lenteng, SMAN 1 Gapura, SMAN 1 Masalembu, dan SMAN 1 Batuan. Secara umum, tidak ada SMAN di Kota keris yang memenuhi pagu jalur prestasi (perinciannya lihat grafis).

Total pagu SMAN di Sumenep 2.952 siswa. Khusus jalur prestasi 1.121 kursi. Namun, yang mendaftar melalui jalur ini hanya 231 siswa.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengutarakan, pendaftaran sekolah negeri berakhir tiga hari lalu. Seharusnya lulusan SMP sederajat memanfaatkan PPDB itu.

”Berapa pun yang daftar di jalur prestasi dan regular, jika pagunya kurang, pasti diterima,” tegas Syamsul kemarin (28/6). Pendaftaran tahap tiga itu baru diselenggarakan tahun ini.

”Siswa kurang mengerti tentang jalur prestasi ini, mereka khawatir tidak diterima di jalur prestasi sehingga tidak daftar,” ujarnya.

Padahal, jumlah siswa lulusan SMP sederajat dengan daya tampung SMAN sangat memungkinkan untuk diterima. Pihaknya meminta agar semua orang tua siswa proaktif dalam PPDB.

”Jangan sampai nganggur karena sekolah lain siap menampung,” imbau Syamsul. Jangan sampai putus sekolah karena tidak diterima di sekolah negeri.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Batuan Salehoddin mengatakan, jumlah siswa yang mendaftar di jalur zonasi dan tahap tiga belum memenuhi pagu. ”Yang terpenuhi hanya jalur afirmasi, ada 32 siswa,” sebutnya.

Di jalur zonasi ada 56 peserta didik yang menjadi calon siswa SMAN 1 Batuan. Sementara pagu yang disediakan ada enam rombongan belajar dengan 216 peserta didik. Untuk pendaftaran jalur prestasi tidak ada yang mendaftar.

Pihaknya meminta agar sistem zonasi itu dievaluasi bersama. ”Perlu di-review ulang karena bagaimanapun banyak merugikan sekolah-sekolah di luar sekolah favorit,” sarannya. Salehoddin menegaskan, sebelum adanya jalur zonasi, pagu PPDB di lembaganya selalu terpenuhi. (mi)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia