alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Tembakau Termasuk Barang Bebas

Pemerintah Tak Berwenang Mengatur Harga

28 Juni 2020, 20: 18: 01 WIB | editor : Abdul Basri

SIAP DITANAM: Petani ketika membersihkan hama pada bibit tembakau di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, kemarin.

SIAP DITANAM: Petani ketika membersihkan hama pada bibit tembakau di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, kemarin. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Harga tembakau yang tidak menentu masih sering dirisaukan petani. Pasalnya, untuk bertani tembakau juga memerlukan modal tidak sedikit. Sementara pemerintah juga belum bisa menjamin harga tembakau tahun ini tinggi.

Sutrisno, petani di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, menyampaikan, sebagian petani mulai menggarap lahan untuk menanam tembakau. Kebiasaan setiap tahun memasuki musim kemarau. Dengan berharap, harga tembakau tahun ini tidak anjlok.

Dia berencana menanam tembakau 8.000 batang. Selain bertani sendiri, sebagian petak tanahnya ditanami khusus bibit tembakau. Bibit itu juga dijual kepada petani lain seharga Rp 25 ribu setiap 1.000 batang.

Seperti petani lain, dirinya berharap harga tembakau tahun ini mahal. Dia berharap peran pemerintah untuk mengawal harga tembakau agar tetap stabil. Mengingat, hasil bertani beberapa tahun terakhir tidak banyak meraup keuntungan karena harga murah.

”Setiap tahun saya masih rutin bertani tembakau dengan penghasilan pas-pasan. Soalnya juga tidak ada penghasilan lain kecuali dari bertani,” jelasnya.

Kabid Perindustrian Disperindag Sumenep Agus Eka Hariyadi menyampaikan, pemerintah juga tidak bisa memastikan harga tembakau. Pasalnya, tembakau tergolong dari barang bebas yang menyesuaikan dengan mekanisme pasar.

Biasanya pemerintah hanya memfasilitasi antara kebutuhan pembeli dengan petani tembakau. Mengingat, tembakau masih tergolong dari komoditas strategis. Menurutnya, ada tiga jenis barang untuk industri. Yakni, barang bebas, barang yang diatur tata niaganya, dan barang yang diawasi peredarannya.

Barang yang tata niaganya diatur biasanya menyangkut hidup banyak orang. Seperti harga bahan bakar minyak (BBM) dan pupuk. Sementara untuk barang yang diawasi peredarannya seperti rokok yang harus berpita cukai. ”Tembakau ini masih kategori barang bebas, dan pemerintah hanya memfasilitasi pedagang dan petani. Tidak bisa menetapkan harga dari sekarang,” jelasnya. (jun)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia