alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Tuding Pemerintah Abaikan Petani Garam

28 Juni 2020, 19: 57: 48 WIB | editor : Abdul Basri

BELUM PRODUKSI: Petani garam berada di lahan tambaknya di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, kemarin.

BELUM PRODUKSI: Petani garam berada di lahan tambaknya di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Nasib petani garam memilukan. Harga jual kristal putih sangat rendah. Bahkan, banyak yang tidak laku. Akibatnya, petani merugi. Sementara pemerintah terkesan diam dan abai.

Ketua Forum Petani Garam Madura (FPGM) Moh. Yanto mengatakan, petani butuh langkah nyata dari pemerintah untuk stabilitas harga. Sebab, harga jual garam sangat tidak layak. ”Harga jual garam tidak sebanding dengan biaya produksi,” katanya kemarin (27/6).

Ironisnya, belum ada tindakan nyata dari pemerintah. Akibatnya, petani enggan produksi garam tahun ini. Baru 20 persen petani yang menggarap lahan. ”Rata-rata hanya lahan yang berada di pinggir jalan yang digarap karena tidak butuh biaya pengangkutan,” katanya.

Yanto menyampaikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana menaikkan target serapan garam tahun ini. Tetapi, rencana itu tidak membuat petani senang. Sebab, yang dibutuhkan adalah stabilitas harga, bukan kenaikan serapan di tiap pabrikan.

Apalagi, rencana itu belum tentu berjalan efektif. Sebab pada realisasinya, pengawasan program pemerintah cenderung kendur. ”Yang kami butuhkan bukan janji, tetapi kepastian,” ucapnya.

Kasi Pengolahan dan Kawasan Budi Daya Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Muzanni mengatakan, pemerintah pusat menaikkan target serapan garam rakyat. Yakni, dari 1,1 juta ton menjadi 1,5 juta ton secara nasional.

Mengenai harga garam, diakui cukup murah. Tetapi, diskan tidak memiliki kewenangan mengatur harga. Pemerintah daerah hanya fokus melakukan pembinaan terhadap petani sehingga kualitas garam semakin baik. ”Kami fokus pembinaan kepada petani,” katanya.

Anggota Komisi IV DPR RI Slamet Aryadi membenarkan rencana kenaikan serapan garam. KKP menyampaikan rencana itu pada rapat kerja (raker) dengan legislatif di senayan. ”Menteri akan mengupayakan agar garam yang tidak terserap tahun kemarin, akan diserap,” katanya.

Alumnus UTM Bangkalan itu berjanji akan mengawal kebijakan pemerintah yang pro terhadap petani garam. Dia mendorong pemerintah memberi bantuan untuk peningkatan kualitas garam. Tujuannya, agar produk NaCl lokal bisa bersaing dengan garam impor. ”Insyaallah kalau tidak ada perubahan, tahun ini akan ada alat teknologi yang akan diberikan kepada patani,” tandasnya. (jup)       

(mr/pen/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia