alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Pura-Pura Jadi Pembeli di Medsos

Untuk Ringkus Dua Penjual Motor Bodong

28 Juni 2020, 17: 04: 52 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERKUTIK: Dua tersangka penjual sepeda motor bodong melalui media sosial menaiki motor yang jadi barang bukti, Jumat (26/6).

TAK BERKUTIK: Dua tersangka penjual sepeda motor bodong melalui media sosial menaiki motor yang jadi barang bukti, Jumat (26/6). (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Cara Mat Hosen, 43, dan Mat Lawi, 19, mencari keuntungan melalui media sosial (medsos) berbuah penjara. Warga Desa Tobai Barat, Kecamatan Sokobanah, tersebut ditangkap polisi karena menjual sepeda motor bodong.

Melalui Facebook, mereka menawarkan motor Vario 2019 Rp 8.800.000 dan Yamaha Aerox 2017 Rp 7.500.000. Motor tersebut hanya dilengkapi surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Lalu, Minggu (21/6) Tim Cyber Polres Sampang berkomnukasi melalui messenger. Polisi berpu-pura sebagai pembeli.

Kemudian, petugas mengajak pelaku bertemu di sebuah warung di Dusun Bungcarbe, Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang Penang. Polisi beralasan mau melihat dua unit sepeda motor tersebut.

Setelah janjian, datanglah Mat Hosen dan Mat Lawi dengan mengendarai motor Vario dan Yamaha Aerox. Saat itu juga, polisi melakukan penangkapan.

”Jadi, ada tim khusus di Polres Sampang yang berpatroli di dunia maya. Alhamdulillah, bulan ini dapat dua tersangka,” ungkap Kasatreskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang kemarin (27/6).

Mat Hosen dan Mat Lawi sudah menjalani berkali-kali pemeriksaaan setelah ditangkap polisi. Mereka sudah ditetapkan tersangka dan mendekam di ruang tahanan Mapolres Sampang.

Menurut Riki, hasilnya benar bahwa sepeda motor tersebut tidak memiliki dokumen resmi dan patut diduga hasil tindak kejahatan. ”Kami amankan dua pelaku itu yang diduga sebagai penadah barang hasil kejahatan,” katanya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku diancam pasal 480 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun. Riki mengimbau kepada seluruh warga Sampang supaya lebih waspada.

”Jual beli sepeda motor bodong tidak boleh. Kami akan terus lacak melalui tim cyber media sosial akun yang mencurigakan dan mengarah pada tindak kriminal,” tegas Riki.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia