alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Menuju Kenormalan Baru, Madrasah Ibtidaiyah Aktifkan Kembali KBM

28 Juni 2020, 17: 03: 17 WIB | editor : Abdul Basri

GIAT: Siswa Madarasah Ibtidaiyah Diniyah Ula Darus Salam Kwanyar saat mengikuti kegiatan belajar, Senin (22/6).

GIAT: Siswa Madarasah Ibtidaiyah Diniyah Ula Darus Salam Kwanyar saat mengikuti kegiatan belajar, Senin (22/6). (MOH. SYAFII FOR RadarMadura.id)

Share this      

Madrasah ibtidaiyah mengawali kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Salah satunya, Madarasah Ibtidaiyah Diniyah Ula Darus Salam Kwanyar

HELMI YAHYA, Bangkalan, RadarMadura.id

MADRASAH Ibtidaiyah Diniyah Ula Darus Salam terletak di Jalan Raya Pesanggrahan nomor 234, Kwanyar. Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di madrasah yang dipimpin H. Mahfud itu aktif kembali sejak Senin (22/6).

Ratusan siswa antusias pada hari pertama masuk setelah lama libur. Pukul 13.30 siswa memasuki kelas masing-masing. Mereka belajar ilmu agama hingga pukul 16.30. Peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Ula Darus Salam berjumlah 201 siswa. Terdiri atas 108 laki-laki dan 93 perempuan.

”Orang tua siswa tidak semuanya berasal dari keluarga mampu. Kadang pilu melihat mereka hanya bisa mengamati dari jauh,” kata Kepala TU Madarasah Ibtidaiyah Diniyah Ula Darus Salam Syafi’i.

Pada masa pandemi Covid-19, siswa tetap menjadi prioritas orang tua ataupun madrasah. ”Terasa berbeda memang, belajar di rumah secara daring dan belajar di sekolah secara langsung, serasa tidak ada keceriaan,” ujarnya.

Pemerataan pendidikan menjadi sangat penting untuk diperhatikan sehingga memberikan kenyamanan pada siswa saat belajar. ”Kami sudah memikirkannya dengan matang, bekerja sama dengan pihak yayasan, dan bersedia menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” papar ketua Aliansi Pemuda Kwanyar itu.

Dalam menuju kenormalan baru, madrasah juga menerapkan protokol kesehatan bagi siswa. Siswa diajarkan tertib mencuci tangan, wajib memakai masker, dan hand sanitizer. ”Yayasan siap memfasilitasi, wali murid juga siap mengingatkan, maka kegiatan belajar kembali seperti biasa,” ulasnya.

Dalam masa kenormalan baru tentu kegiatan pembelajaran harus mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan semua warga madrasah. Baik dari aspek fisik maupun psikis. Pembelajaran tidak boleh memberatkan siswa, tetapi harus menyenangkan.

”Kami ingin kegiatan belajar siswa itu menyenangkan dengan kembali ke sekolah dan belajar bersama teman,” harapnya

Kegiatan pembelajaran di madrasah tidak hanya bertujuan mencapai keberhasilan dan ketuntasan kompetensi. Namun, juga menyentuh aspek karakter, praktik ibadah, dan peduli pada lingkungan sekitar.

”Saya harap pandemi ini segera berakhir. Meski tidak menjadikan beban pada anak, beban kekhawatiran orang tua tentu lebih berat,” kata Syafi’i.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bangkalan Abdul Hamid mengatakan, kegiatan belajar di madrasah ibtidaiyah memang diketahui berjalan normal. Ada yayasan yang menerapkannya dengan memperketat protokol kesehatan. Ada juga yang tidak mau.

”Kami hanya bisa melakukan imbauan dan pemantauan. Sebab, kebijakan itu diambil oleh masing-masing yayasan,” jelasnya.

Jika memang sekolah merasa perlu melakukan kegiatan belajar secara langsung, tentu diperbolehkan. Tidak bisa dilarang, juga tidak bisa dianjurkan. Bentuk imbauannya adalah masyarakat, yayasan, dan siswa agar bersama-sama menjaga kesehatan serta disiplin menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan.

”Kebutuhan pendidikan memang sangat penting. Masing-masing daerah pasti memiliki situasi dan kondisi yang beragam sehingga membuka kembali madrasah mejadi pilihannya,” pungkasnya,” terangnya. 

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia