alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Tambahan Jadwal Penerbangan hingga Akhir Tahun

Komersial Tak Lagi Beroperasi Tiap Hari

27 Juni 2020, 14: 59: 45 WIB | editor : Abdul Basri

JALUR UDARA: Pesawat Susi Air takeoff di Landasan Udara Bandara Trunojoyo, Sumenep, Rabu (24/6).

JALUR UDARA: Pesawat Susi Air takeoff di Landasan Udara Bandara Trunojoyo, Sumenep, Rabu (24/6). (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Penerbangan perintis di Bandara Trunojoyo Sumenep mulai kembali beroperasi 10 Juni lalu. Pelayanan transportasi udara kembali aktif setelah pesawat sebelumnya dilarang memuat penumpang sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 25/2020.

PPK Penerbangan Perintis Bandara Trunojoyo Kelas III Sumenep Dimas Maharanto menyampaikan, setelah diberlakukan new normal, saat ini jumlah penumpang kembali normal. Khususnya untuk rute Sumenep–Pagerungan maupun sebaliknya. Termasuk untuk keberangkatan kelompok terbang (kloter) 1 dan 2.

Maskapai Susi Air tahun ini melayani dua kali penerbangan setiap Rabu. Pesawat berkapasitas 12 kursi itu dua kali terbang dengan rute serupa di hari yang sama. Sebelumnya, sejak melayani jasa transportasi udara September 2019, pesawat jenis cessna caravan itu hanya melayani satu kali penerbangan hingga awal 2020.

”Penambahan penerbangan perintis kontrak awalnya berakhir Agustus. Karena menggunakan anggaran sisa kontrak 2019,” kata Dimas kemarin (26/6).

Namun, ada kabar baik. Penambahan penerbangan  sebanyak dua kali itu diperkirakan bisa melayani hingga tutup tahun 2020. Sebab, pada saat penerapan Permenhub 25/2020, kontrak penerbangan tidak digunakan selama lima pekan. Dengan demikiam, rute Sumenep–Pagerungan bisa dimanfaatkan masyarakat sampai akhir tahun nanti.

”Kalau sebelumnya berakhir 19 Agustus, setelah itu kembali lagi jadi satu kali terbang dalam sepekan. Tapi karena sempat ditunda sebulan satu minggu, jadi bisa terbang sampai akhir tahun,” terang Dimas.

Selain itu, untuk kontrak penerbangan 2021 mendatang, pihaknya mengaku sudah mengusulkan agar dua kali penerbangan perintis untuk rute dalam daerah di Kota Keris bisa terealisasi dari awal hingga akhir tahun. Hal itu dilakukan karena animo masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi udara sangat tinggi.

”Setiap terbang tetap penuh. Dalam artian tidak di bawah standar jumlah penumpang. Walaupun jadwal penerbangan sudah dua kali,” paparnya.

Di tengah ramainya pemanfaatan jasa transportasi udara perintis, penerbangan komersial mengalami hal berbeda. Pesawat Wings Air berkali-kali menunda penerbangan akibat minimnya penumpang.

Station Manager Wings Air Sumenep Bayu Kristanto mengatakan, saat ini pihaknya tidak lagi menjadwalkan penerbangan setiap hari untuk rute Sumenep–Surabaya dan sebaliknya. Sebab, permintaan masyarakat untuk naik pesawat kian menurun. Terlebih, dengan adanya wabah Covid-19. Pihaknya hanya melayani penerbangan tiga kali dalam sepekan.

Bayu menjelaskan, Wings Air kini terbang setiap Rabu, Jumat, dan Minggu. Menurut dia, di hari-hari tersebut permintaan masyarakat untuk terbang bersama maskapainya masih tergolong tinggi dibandingkan hari lainnya.

”Tidak banyak juga. Hanya di tiga hari ini biasanya permintaan lebih banyak dari hari lainnya. Karena Covid-19, tidak bisa memaksimalkan pesawat,” ujar Bayu.

Dia menyebut, berkali-kali jadwal penerbangan terpaksa ditunda. Sebab, jumlah penumpang sedikit. ”Di bawah target. Jadi di-cancel. Kami harap cepat kembali normal,” harapnya.

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia