alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Upaya Pemkab Pamekasan Dongkrak Perekonomian di Desa-Desa

Sediakan Pelatihan Kerja pada 1.500 Peserta

26 Juni 2020, 11: 29: 02 WIB | editor : Abdul Basri

GIAT: Peserta saat mengikuti pelatihan kerja di gedung Disnakertrans Pamekasan beberapa hari lalu.

GIAT: Peserta saat mengikuti pelatihan kerja di gedung Disnakertrans Pamekasan beberapa hari lalu. (SUPRIYANTO FOR RadarMadura.id)

Share this      

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memaksimalkan program wirausaha baru (WUB). Tahun ini, 20 paket pelatihan kerja disediakan kepada 1.500 peserta. Tujuannya, mendongkrak perekonomian di desa-desa.

ONGKY ARISTA UA., Pamekasan, RadarMadura.id

PAKET pelatihan kerja itu dimulai sejak 9 Juni. Peserta antusias mengikuti serangkaian pelatihan. Mereka datang dari setiap desa di Bumi Gerbang Salam. Mereka terbagi dalam tujuh kelompok.   

Materi pelatihan dibagi sesuai fokus bidang yang dipilih peserta. Di antaranya, pelatihan instalasi listrik, otomotif, menjahit, bordir, pertukangan, servis mobil, servis elektronik, aluminium, tata rias, dan pembuatan tas.

Juga ada pelatihan pembuatan songkok, sandal, market online, multimedia, dan desain grafis. Kemudian, pelatihan membatik, tata boga, jamur tiram, praktik mengolah makanan lainnya seperti membuat keripik, dan di bidang perikanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pamekasan Supriyanto menyampaikan, 1.500 peserta yang dilatih tahun ini terbagi dalam 70 kelompok. ”Per desa ada lima sampai sepuluh orang,” terangnya kemarin (25/6).

Tempat pelatihan di tiga lokasi. Yakni, melalui dinas, BLK komunitas, dan rumah penduduk atau pengusaha kecil. ”Pelatihan ini didampingi fasilitator WUB dan akan berakhir Desember mendatang,” kata Supriyanto.

Ada beberapa dinas yang akan terlibat. Di antaranya dinas koperasi dan usaha mikro (diskop dan UM) yang akan menyuplai permodalan pasca WUB dilatih. Kemudian, dinas penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) akan mengarahkan proses perizinan. Lalu di bidang pemasaran, akan di-back up oleh dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag).

Peserta WUB akan difasilitasi bantuan peralatan dan modal pasca pelatihan. ”Untuk peralatan sedang diupayakan melalui CSR, misal mesin jahit dan alat pembuat sandal,” ujarnya.

Modal besarannya akan disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan WUB melalui diskop dan UM. ”Pelatihannya gratis. Kategori umur minimal 18 tahun dan tidak ada batasan umur maksimal. Yang penting, bertekad kuat untuk menjadi WUB,” jelasnya.

Pelatihan juga menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Mulai rajin mencuci tangan, memakai masker, cek suhu tubuh, dan peserta tiap kelompok tidak lebih dari 20 orang.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, WUB akan berkesinambungan dengan desa tematik. Nanti akan ada desa-desa yang memiliki tema sesuai potensi atau local wisdom. Sementara sumber daya manusia (SDM) dari WUB.

”Desa tematik ini bagian dari strategi ekonomi yang berangkat dari bawah. Strategi ini bagian dari cara untuk mendukung atau melakukan pemetaan secara detail potensi ekonomi yang akan digarap,” paparnya. Peserta WUB direkrut melalui desa dan kecamatan.

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia