alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Cerita Syaiful Jalani Cuci Darah Dua Kali Seminggu sejak 2018

Alhamdulillah, Saya Terbantu Program JKN-KIS

25 Juni 2020, 06: 46: 57 WIB | editor : Abdul Basri

TULANG PUNGGUNG KELUARGA: Syaiful bekerja di salah satu SPBU di Kabupaten Pamekasan.

TULANG PUNGGUNG KELUARGA: Syaiful bekerja di salah satu SPBU di Kabupaten Pamekasan. (RadarMadura.id)

Share this      

Biaya berobat tidak murah. Namun dengan menjadi peserta JKN-KIS, pengeluaran biaya berobat tidak perlu diambil pusing. Manfaat program itu salah satunya dirasakan oleh Syaiful.

JUPRI, Pamekasan, RadarMadura.id

BEBERAPA tahun lalu Syaiful menderita tekanan darah tinggi sekaligus batu ginjal. Saat berobat, dokter menemukan penyakit lainnya, yakni gagal ginjal.

Dokter meminta dirinya rutin melakukan cuci darah. Ginjal di tubuhnya tidak berfungsi dengan baik. Karena ingin kembali sehat, dia mengikuti saran-saran dokter yang  menanganinya.

Syaiful cuci darah di Surabaya. Jadwalnya dua kali dalam seminggu. Hal itu harus dilakukan untuk membantu fungsi ginjalnya yang tidak stabil. Kondisi tersebut mengharuskan bapak tiga anak itu bolak-balik Pamekasan-Surabaya.

Karena ingin sembuh, Syaiful menjalankan semua perintah dokter dengan percaya diri. Cuci darah rutin dua kali dalam sepekan dia jalani sejak 2018 sampai saat ini.

Untungnya, cuci darah tidak harus lagi ke Surabaya. Saat ini bisa dilakukan di RSUD dr H Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan. Syaiful senang karena tidak lagi harus ke Kota Pahlawan untuk cuci darah.

”Oleh dokter yang di Surabaya dibilang bisa dilayani di sini (RSUD Smart),” cerita Syaiful kemarin (24/6).

Kendati berasal dari keluarga pas-pasan, Syaiful tidak pernah bingung masalah biaya walaupun harus cuci darah dua kali dalam sepekan. Sebab, biaya pengobatannya ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSKes).

Manfaat luar biasa itu dia rasakan karena menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Pintar (JKN-KIS). Menurut Syaiful, program yang berlandaskan semangat gotong royong itu telah membantu dirinya menjalani cuci darah tanpa harus kesulitan biaya.

”Sekarang begini, saya cuci darah bisa dua kali seminggu. Kalau harus membayar sendiri, berapa biaya yang harus saya keluarkan. Apalagi untuk masyarakat seperti saya, pasti sulit,” paparnya.

”Jadi alhamdulilah, saya sangat merasa terbantu dengan adanya program JKN-KIS,” sambung Syaiful.

Dia juga berharap agar program JKN-KIS dapat terus berjalan. Sehingga, dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Program tersebut banyak membantu masyarakat di semua lapisan untuk memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas. ”Jadi saya sangat berterima kasih kepada seluruh peserta JKN-KIS yang sudah ikut bersedekah, membantu masyarakat seperti saya ini. Kalau tidak ada gotong royong dari peserta yang lain, saya bisa dapat uang dari mana untuk biaya cuci darah ini,” ungkap dia.

Bagi peserta JKN-KIS yang belum pernah berobat, dirinya berharap agar tidak merasa rugi. Premi yang dibayarkan harus diniatkan dalam rangka sedekah dan menolong sesama. ”Pokoknya untuk peserta JKN-KIS jangan pernah merasa rugilah kalau sudah membayar iuran. Anggap sebagai sedekah. Sudah sangat banyak yang merasa terbantu dengan adanya program JKN-KIS ini,”  tambahnya.

Dia mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS untuk secara sadar mendaftar dan tidak menunggu sakit. Sebab, sakit tidak dapat diprediksi kapan datangnya. Karena itu, sebaiknya sedia payung sebelum hujan.

”Kami berharap masyarakat yang belum terdaftar untuk segera mendaftar,” ajaknya.

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia