alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Dua Pasien Sembuh, Dua Kasus Tumbuh

23 Juni 2020, 22: 40: 38 WIB | editor : Haryanto

Humas Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep - Ferdian Tetrajaya

Humas Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep - Ferdian Tetrajaya (Badri Stiawan/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP - Persebaran Covid-19 di Kabupaten Sumenep kembali bertambah dua kasus pada Selasa (23/6). Dengan demikian, total terkonfirmasi positif menjadi 37 kasus. Di sisi lain, dua pasien dinyatakan sembuh. Sehingga total pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak 10 orang.

Humas Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep Ferdian Tetrajaya menjelaskan, pasien yang dinyatakan sembuh usai menjalani perawatan tercatat dengan nomor 13 dan 16. Keduanya menjalani isolasi di RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep.

Pasien nomor 13 seorang laki-laki berusia 31 tahun. Sedangkan pasien nomor 16 seorang perempuan berusia 60 tahun. Keduanya warga Kecamatan Kota Sumenep.

Pasien nomor 13 dan nomor 16 dinyatakan positif berdasar hasil tes swab pada 4 Juni lalu. Kemudian dirawat dan kembali menjalani tes swab dua kali pada 6 Juni dan 16 Juni dengan hasil negatif.

”Saat ini pasien diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Tapi tetap kami himbau melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” jelasnya.

Sementara itu, pasien nomor 36 seorang wirausaha yang bekerja di salah satu pasar di Surabaya. Pasien perempuan 33 tahun ini telah menjalani rapid test dan swab yang dilakukan Pemkot Surabaya dan dinyatakan positif.

Namun pasien sudah terlanjur kembali ke daerah asalnya di Kecamatan Kalianget. Setelah diketahui terpapar Covid-19, pasien tersebut langsung dirawat di RSI Garam Kalianget. Termasuk melakukan tracking terhadap kontak erat pasien.

Pasien nomor 37 juga seorang wirausahawan asal Kecamatan Kota Sumenep. Pria 50 tahun ini sebelumnya menjalani perawatan di RSUD dr H Moh. Anwar Sumenep sejak 13 Juni. Setelah di-rapid test hasilnya reaktif.

Selanjutnya, pada 16 Juni pasien di tes swab di rumah sakit pelat merah tersebut. Akan tetapi, pada 21 Juni yang bersangkutan keluar dari RSUD dan memilih melakukan isolasi mandiri.

Setiap harinya, anak pasien mengantarkan makan dan segala kebutuhan sang ayah hanya sampai di depan pagar rumah. Untuk menghindari kontak erat selama menjalani isolasi mandiri.

”Pasien ini sangat koperatif. Benar-benar melakukan isolasi mandiri dengan ketat. Makanan yang diantarkan digantung di pagar rumah. Setelah anaknya pergi, baru diambil,” terang kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sumenep itu.

Selama menjalani isolasi mandiri, istri pasien juga dirawat di RSUD dr H Moh. Anwar. Dia juga telah dilakukan tes swab. Tinggal menunggu hasil. Pasien nomor 37 kembali dirawat di rumah sakit setelah hasil swab keluar pada 23 Juni dengan hasil positif Covid-19.

”Dua kontak erat pasien ini meliputi anak dan menantunya sudah di-rapid test. Hasilnya nonreaktif,” papar Ferdian. (bad/luq)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia