alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Ambil Paksa Jenazah Bisa Dipidana

23 Juni 2020, 19: 58: 19 WIB | editor : Abdul Basri

PEJUANG: Tim pemulasaraan jenazah berada di lahan pemakaman di Kecamatan Pamekasan beberapa waktu lalu.

PEJUANG: Tim pemulasaraan jenazah berada di lahan pemakaman di Kecamatan Pamekasan beberapa waktu lalu. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

POLRES Pamekasan menyiagakan beberapa anggotanya di rumah sakit. Mereka disiapkan untuk mengantisipasi kasus pengambilan jenazah warga yang terpapar Covid-19. Tindakan itu juga bisa terancam pidana.

Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari menuturkan bahwa perilaku masyarakat di tengah Covid-19 beragam. Tanggapan terhadap virus korona juga bermacam-macam. Termasuk ada yang tidak percaya.

”Kami sudah melakukan upaya-upaya preventif agar pengadangan seperti itu tidak terjadi. Kami tempatkan personel di rumah sakit untuk pengamanan dan pengawalan,” ungkapnya kemarin (22/6).

Pengambilan jenazah secara paksa melanggar ketentuan. Sebab, bila jenazah sudah divonis Covid-19, pemulasaraannya sudah diatur sesuai prosedur tetap (protap). ”Manakala ada tindakan pengadangan dan pengambilan paksa, maka akan ada ketentuan hukum yang berlaku,” sambungnya.

Djoko berharap peran aktif tokoh agama. Sebab, imbauan tokoh agama bisa mencegah tindakan tersebut. ”Ada sanksi pidana bila ada yang memaksa, baik melalui KUHP atau undang-undang karantina kesehatan,” jelasnya.

Ketua Tim Penanganan Covid-19 RSUD Smart Pamekasan dr. Syaiful Hidayat menyampaikan, pihak keluarga bisa ikut memandikan atau menyalatkan jenazah. Namun, mereka harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap. (ky)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia