alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Disperta Baru Punya 4 Puskeswan

23 Juni 2020, 19: 47: 12 WIB | editor : Abdul Basri

LENGANG: Pengendara melintas di depan puskeswan di Jalan Syamsul Arifin, Sampang, kemarin.

LENGANG: Pengendara melintas di depan puskeswan di Jalan Syamsul Arifin, Sampang, kemarin. (MOH. IQBAL/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Pusat kesehatan hewan (puskeswan) di Sampang masih minim. Dari 14 kecamatan, baru terdapat empat puskeswan. Masing-masing berada di Kecamatan Sampang, Omben, Jrengik, dan Ketapang.

Empat puskeswan tersebut masih jauh dari kata ideal. Jika tidak ditambah, satu puskeswan tetap melayani 3–4 kecamatan. Petugas harus bekerja ekstra agar bermanfaat bagi masyarakat.

Plt Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Sampang Suyono mengatakan, keberadaan puskeswan yang terbatas tersebut harus bisa melayani kebutuhan masyarakat dengan baik. Petugas di puskeswan itu harus melayani beberapa kecamatan. ”Bergiliran, ada yang puskeswannya itu membawahi tiga sampai empat wilayah kecamatan,” katanya.

Menurut Suyono, keberadaan puskeswan saat ini masih jauh dari ideal. Seharusnya, di setiap kecamatan ada satu puskeswan. Dengan begitu, dari segi produktivitas dan efektivitas, pelayanan bisa maksimal terhadap masyarakat pencinta hewan.

Pihaknya belum mengajukan penambahan puskeswan tersebut karena menunggu terbentuknya perda pelayanan kesehatan hewan. ”Kalau setiap kecamatan ada, dari segi efektivitas dan profuktivitasnya enak. Ke depan akan mengarah ke penambahan,” terang Suyono.

Suyono juga menuturkan, puskeswan tersebut melayani berbagai kebutuhan masyarakat seperti vaksinisasi, diagonasis, dan pengobatan hewan. Lalu, inseminasi buatan atau kawin suntik pada sapi dan kambing.

Termasuk pemeriksaan kebuntingan dan kemajiran. Kemudian, konsultasi peternakan dan kesehatan hewan, serta pemeriksaan laboratorium kesehatan hewan. ”Ada petugas medis, inseminator, dan paramedis lainnya. Ketika ada permintaan dari masyarakat, para petugas itu akan keluar untuk melayani,” imbuhnya.

Ketua DPRD Sampang Fadol menyatakan, pelayanan kesehatan hewan memang dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat pencinta binatang. Karena itu, keberadaan yang terbatas itu harus dimaksimalkan untuk memberikan pelayanan. ”Kalau soal perda pelayanan kesehatan hewan itu masih akan kami bahas,” katanya. (iqb)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia