alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sidang Lanjutan Kasus Rehabilitasi SDN Samaran 2 Lanjut Awal Juli

19 Juni 2020, 20: 20: 00 WIB | editor : Abdul Basri

Sidang Lanjutan Kasus Rehabilitasi SDN Samaran 2 Lanjut Awal Juli

Share this      

SAMPANG – Sidang kedua kasus dugaan tipikor proyek rehabilitasi tiga ruang kelas SDN Samaran 2 digelar kemarin (18/6). Dua tersangka yaitu Dwi Cahya Febrianto sebagai pelaksana dan Halili selaku konsultan pengawas dan perencanaan duduk di kursi pesakitan.

Kajari Sampang Maskur mengatakan, jadwal sidang perdana sebenarnya sudah ditetapkan satu minggu yang lalu. Tapi ditunda, karena terdakwa tidak didampingi pengacara. ”Hari ini jadwal sidang kedua dengan agenda pembacaan dakwaan,” katanya.

Maskur mengatakan, sidang dilaksanakan secara teleconference di Pengadilan Tipikor Jawa Timur di Surabaya. Namun, yang dihadirkan ke ruang sidang hanya jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Sampang.

Sementara untuk terdakwa tetap di Rutan Kelas II-B Sampang. Selain itu, pihaknya juga menegaskan bahwa berkas keduanya dipisah. ”Berkasnya di-split jadi dua. Tapi, sidangnya bareng,” ungkapnya.

Dijelaskan, kedua tersangka dijerat pasal 2 sub pasal 3 pasal 7 ayat (1) huruf a dan b UU RI 30/1999 sebagaimana diubah dalam UU RI 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup. ”Sidang dakwaan sudah dilaksanakan. Terdakwa didampingi pengacaranya,” paparnya.

Dengan begitu, sambung Maskur, sidang berikutnya pada 2 Juli 2020 agendanya pemeriksaan saksi. Berdasar petunjuk dari majelis hakim, saksi yang harus dihadirkan minimal separo dari BAP. ”Selanjutnya pemeriksaan saksi. Nanti ada 10 saksi yang akan dihadirkan ke pengadilan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, pada 2017, CV Hikmah Jaya menjadi pelaksana proyek rehabilitasi ruang kelas IV, V, VI SDN Samaran 2 dengan anggaran Rp 149.900.000. Proyek itu bersumber dari DAU. Pekerjaan selesai pada 2018 dan langsung diserahkan ke sekolah.

Lalu, pada Mei 2019, atap kelas yang sudah direhabilitasi terlihat melengkung. Kemudian, pada November 2019, ruang kelas dikosongkan dan tidak lagi ditempati kegiatan belajar mengajar (KBM).

Selanjutnya, tepat pada hari Jumat (17/1), dua ruangan yakni kelas IV dan V ambruk. Kemudian, pada Selasa 25 Februari 2020, Polres Sampang menetapkan dua tersangka karena diduga menyebabkan kerugian negara senilai Rp 133.547.272. 

(mr/rus/yan/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia