alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sepuluh Perempuan dan Lima Pria Pesta Inex

18 Juni 2020, 15: 29: 09 WIB | editor : Abdul Basri

PASRAH: Pengunjung sebuah ruangan Kafe dan Resto Wiraraja Pamekasan digerebek polisi Selasa malam (16/6).

PASRAH: Pengunjung sebuah ruangan Kafe dan Resto Wiraraja Pamekasan digerebek polisi Selasa malam (16/6). (RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Tidak semua orang berdiam di rumah saat pandemi Covid-19 melanda. Lima belas orang justru pesta narkoba di sebuah ruangan Kafe Wiraraja di Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, pada Selasa malam (16/6).

Belasan orang yang diciduk itu terdiri atas sepuluh perempuan dan lima laki-laki. Rata-rata dari mereka masih terbilang berusia muda atau produktif. ”Ada informasi langsung masuk ke pimpinan supaya dilakukan penggerebekan,” kata Satnarkoba Polres Pamekasan AKP Bambang H kemarin (17/6).

Sampai di lokasi, pihak kepolisian pun beraksi. Belasan orang di dalam ruangan tersebut pun segera dites urine. Hal tersebut untuk memastikan apakah semua yang terjaring positif memakai atau hanya nongkrong biasa.

Tidak hanya 15 orang di dalam room. Ada beberapa orang yang tidak berhasil ditangkap karena melarikan diri. ”Ada yang lolos. Di satu room itu berisi lima belas orang lebih. Ada pintu keluar yang petugas tidak tahu,” terang Bambang.

Pihak kepolisian masih akan melakukan pengembangan dari mana pil inex itu diperoleh. Petugas juga akan mencari tahu kemungkinan mereka memiliki keterkaitan dengan bandar besar di Madura.

Belasan orang yang ditangkap itu berasal dari empat daerah berbeda. Dari Sumenep lima orang. Pamekasan empat orang. Sampang empat orang dan dari Kabupaten Sidoarjo dua orang. Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita 11 butir pil inex, handphone, dan kartu identitas.

Kafe dan Resto Wiraraja terletak di Jalan Raya Tlanakan. Selain menyediakan tempat makan, juga terdapat gedung penginapan. Juga ada tempat karaoke yang tahun lalu pernah ditutup satpol PP.

Sementara itu, Satreskoba Polres Sumenep menangkap 64 tersangka kasus narkoba selama enam bulan terakhir. Dua anak di bawah umur juga ikut digulung karena sabu-sabu. Mereka berasal dari Kecamatan Kota dan Arjasa.

Dari 64 tersangka itu, 25 di antaranya belum lulus SD. Lulusan SMA 23 orang, lulusan SMP 15 tersangka, dan seorang sarjana. ”Selama enam bulan ada dua anak usia dini berjenis kelamin laki-laki terlibat dalam kasus sabu-sabu,” jelas Kasatreskoba Polres Sumenep AKP Jaiman.

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A dan KB Sumenep Diana Agus Sulistiowati menyampaikan, orang tua juga ikut berperan untuk mengatasi kenakalan remaja. Mereka harus bisa menjaga anak agar tidak salah pergaulan. ”Orang tua harus lebih waspada,” ucapnya. (ky/mi)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia