alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pencuri Aki Pakai Mobil Kepala Desa

14 Juni 2020, 18: 50: 52 WIB | editor : Abdul Basri

SEMOGA JERA: Polisi menunjukkan barang bukti dan seorang tersangka kasus pencuri aki alat berat, Jumat (12/6).

SEMOGA JERA: Polisi menunjukkan barang bukti dan seorang tersangka kasus pencuri aki alat berat, Jumat (12/6). (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Sedikit demi sedikit polisi menguliti belang komplotan pencuri aki di Sampang. Empat orang belum ditangkap. Namun, Korps Bhayangkara menemukan fakta baru. Yakni, mobil yang dipakai mereka milik seorang kepala desa (Kades).

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire mengungkapkan, kendaraan yang dipakai Mustar adalah mobil Wuling M 1708 ND. Kendaraan warna merah tersebut ternyata milik Kades Nyeloh, Kecamatan Kedungdung.

Keterangan itu berdasar pengakuan Mustar, tersangka yang berhasil dibekuk oleh warga kemudian diserahkan kepada polisi. Namun, petugas masih memburu tersangka yang meminjam mobil itu kepada Kades.

Menurut Riki, tersangka yang tertangkap hanya bertindak sebagai sopir. ”Ada empat pelaku yang masih DPO,” terangnya kemarin (13/6).

Pihaknya juga akan memanggil Kades Nyeloh untuk mengklarifikasi keterangan Mustar. Kades juga akan ditanya apakah mengetahui bahwa mobilnya akan dipinjam untuk tindakan kriminal. ”Kami akan dalami keterlibatan pemilik mobil atas kasus pencurian aki alat berat itu,” ungkapnya.

Identitas empat daftar pencarian orang (DPO) yang belum tertangkap sudah dikantongi. Namun, saat dilakukan pencarian ke rumah tidak ada. ”Sampai kapan pun, catatan kriminal itu ada. Jadi, lebih baik menyerahkan diri,” paparnya.

Riki menegaskan, komplotan Mustar merupakan spesialis pencuri aki alat berat. Selain itu, pencuri kabel. ”Komplotan ini sudah mengidentifikasi lokasi yang akan dicurinya. Lalu, bersama beraksi,” jelas Riki.

Pihaknya meminta warga supaya waspada setiap kali memarkir kendaraan. Sebab, pelaku kejahatan beraksi karena ada kesempatan. ”Pastikan barang berharga ditaruh di tempat yang aman dan dapat dijangkau oleh pengawasan diri,” pesannya.

Kades Nyeloh Samheji saat dihubungi melalui telepon ke nomor selulernya tak direspons. Ditelepon ke nomor lain, diangkat seorang perempuan. Dia bilang salah sambung.

Seperti diberitakan, komplotan spesialis pencuri aki alat berat di Sampang terungkap. Anggotanya lima orang. Namun, polisi baru bisa menangkap satu tersangka. Yakni, Mustar, 27, warga Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung.

Komplotan spesialis pencuri aki tersebut terakhir beraksi di Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kamis (11/6). Awalnya, Mustar dimintai mengantar GP (inisial) bersama temannya MN, BH, dan IH ke kawasan perbukitan tempat alat berat diparkir.

Mustar kemudian pulang. Setelah itu, GP menelepon Mustar dan meminta kembali menjemput mereka setelah mengambil aki. Namun, mobil mereka dihadang warga tak lama setelah bergegas pergi dari lokasi pencurian.

Warga berhasil menangkap Mustar yang saat itu jadi sopir mobil Wuling M 1709 ND. Sementara, empat temannya melarikan diri. Empat tersangka masih DPO. Namun, identitas mereka sudah diketahui.

Mustar dijerat pasal 363 KUHP ayat 1 ke 4 dengan ancaman tujuh tahun penjara. ”Barang bukti yang kami diamankan berupa empat unit aki, kabel listrik, dan stempet satu drum serta satu unit mobil,” bebernya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia