alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Kelanjutan Kompetisi Liga 3, Perssu Pasrah pada Keputusan

07 Juni 2020, 17: 28: 40 WIB | editor : Abdul Basri

MENUNGGU KEPASTIAN: Pemain Perssu Sumenep saat melakoni pertandingan di Stadion A. Yani pada musim kompetisi Liga 3 2019.

MENUNGGU KEPASTIAN: Pemain Perssu Sumenep saat melakoni pertandingan di Stadion A. Yani pada musim kompetisi Liga 3 2019. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Desas-desus wacana meniadakan kompetisi Liga 3 musim 2020 kian mencuat. Sebelumnya, PSSI memutuskan melanjutkan pergelaran sepak bola nasional untuk Liga 1 dan 2. Akan tetapi, muncul wacana tidak menggelar kompetisi Liga 3.

Namun, wacana tersebut menimbulkan banyak pro dan kontra. Sebab, sejumlah klub di kasta tersebut banyak melakukan serangkaian persiapan. Mulai rekrutmen tim pelatih, pemain, latihan, bahkan tetap membayarkan gaji pemain sebesar 25 persen dari kontrak.

Salah satunya, Perssu Sumenep. Klub berjuluk Laskar Kuda Terbang itu telah melakukan persiapan berupa rekrutmen tim pelatih. Hanya, belum sampai pada tahap seleksi pemain yang akan memperkuat skuad klub asal Kota Keris itu.

Manajer Perssu Sumenep Hairul Anwar menyampaikan, pihaknya akan mematuhi keputusan federasi sepak bola. Khususnya, kelanjutan kompetisi Liga 3 di tengah pandemi Covid-19. Perssu Sumenep akan mengikuti kompetisi jika sudah ada keputusan melanjutkan liga.

”Macam-macam respons terkait wacana ini. Jika tidak salah, ada sekitar 800 klub di Liga 3. Tidak semua klub juga menerima untuk memutar kompetisi ini,” ungkapnya kemarin (6/6).

Ketua Askab PSSI Sumenep itu memaparkan, jika kompetisi tetap digelar, biaya pelaksanaan diperkirakan membengkak. Persiapan yang minim musim ini juga akan berdampak pada kekuatan tim.

Di sisi lain, jika ada pemain yang sudah dikontrak, namun terkonfirmasi Covid-19, juga akan berdampak buruk bagi klub. ”Hanya karena satu pemain ini nantinya semua pemain pasti diperiksa untuk memastikan tidak ada penularan. Jelas nambah biaya,” jelas Hairul.

Namun, jika kompetisi tetap dilanjutkan, pihaknya bakal tetap berpartisipasi meski berat menjalaninya di tengah pandemi. Mengingat, akan ada beberapa perubahan pada regulasi pelaksanaan. ”Kami ikuti keputusan yang disepakati bersama,” ucapnya.

(mr/bad/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia