alexametrics
Rabu, 15 Jul 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Diterjang Ombak, Rumah Warga Rusak

04 Juni 2020, 00: 52: 33 WIB | editor : Abdul Basri

GOTONG ROYONG: Warga membantu membantu memasang batu di rumah yang diterjang ombak di Dusun Kotasek, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, kemarin.

GOTONG ROYONG: Warga membantu membantu memasang batu di rumah yang diterjang ombak di Dusun Kotasek, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, kemarin. (JUPRI/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Nasib sial dialami Hamida, 29, dan Musahri, 35, warga Dusun Kotasek, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, kemarin (3/6). Dinding rumah pasangan suami istri (pasutri) tersebut jebol setelah diterjang ombak.

Hamida menuturkan, sejak pagi terjadi ombak besar disertai angin kencang. Karena khawatir terjadi sesuatu, dia memilih keluar rumah beserta anak dan suaminya. Sekitar pukul 10.00 dinding rumahnya jebol setelah diterjang ombak besar.

”Rumah ini baru dibangun setahun lalu. Karena tidak kuat menahan ombak jadi ambruk,” ungkap Hamida.

Akibat kejadian itu, dia mengalami kerugian sekitar Rp 7 juta. Hamida mengaku tidak mendapat bantuan apa pun dari pemerintah setempat. Tidak ada satu pun perwakilan pemerintah yang datang ke rumahnya.

”Ya kalau misalnya ada bantuan, kami menyambut baik. Tetapi, belum ada yang ke sini (perwakilan pemerintah),” akunya.

Hamida mengaku waswas karena angin kencang dan ombak besar kemungkinan masih akan terjadi lima hari ke depan. Dia khawatir rumahnya ambruk. ”Besok ini (hari ini, Red) kayaknya ombak masih akan terjadi dan lebih besar,” ujarnya.

Dia berharap, pemerintah memasang tambat labuh di samping rumahnya. Sebab, setiap kali terjadi ombak besar dan angin kencang, keluarganya dihantui rasa khawatir. ”Harapan kami dipasang tambat labuh. Karena meskipun ada, tapi tidak semuanya,” pintanya.

Supervisor Pusdalops Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Budi Cahyono mengaku tidak tahu atas peristiwa tersebut. Dia berdalih belum mendapat informasi dari pemerintah desa setempat.  ”Kami akan hubungi dulu Pak Kadesnya,” katanya.

Budi belum dapat memastikan apakah korban tersebut akan mendapat bantuan stimulan dari pemerintah. Dia beralasan, bantuan bagi korban bencana bukan kewenangan dari lembaganya. ”Kami akan lakukan pendataan kalau bantuan dari dinas sosial (dinsos),” janjinya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia