alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Pasien Ke-30 Korona Bangkalan Batuk, Pilek, dan Sesak Napas

23 Mei 2020, 21: 22: 31 WIB | editor : Haryanto

TERBANYAK DI MADURA: Peta sebaran Covid-19 di Bangkalan sementara menempati posisi teratas dibanding tiga kabupaten lainnya.

TERBANYAK DI MADURA: Peta sebaran Covid-19 di Bangkalan sementara menempati posisi teratas dibanding tiga kabupaten lainnya. (Istimewa)

Share this      

BANGKALAN – Persebaran Covid-19 di Bangkalan terus meluas. Hingga Sabtu (23/5) atau H-1 Hari Raya Idul Fitri 1441 H sudah tembus 30 kasus. Dari 30 kasus di Bangkalan itu, enam diantaranya sudah sembuh, 23 dalam perawatan, dan seorang pasien meninggal dunia.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengatakan, pasien ke-30 Covid-19 berinisial N, warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah. Perempuan 26 tahun itu dinyatakan terpapar setelah hasil swab positif keluar pada 23 Mei. ”N merupakan pasien positif ke-30 di Bangkalan,” kata Agus.

Menurut Agus, N mengeluhkan sakit batuk dan panas pada 18 April lalu. Lalu, yang bersangkutan berobat ke salah satu bidan desa setempat. ”Tapi, karena tak kunjung sembuh, 23 April berobat ke bidan lain tapi di desa yang sama,” ujarnya.

Pada 28 April, N periksa ke dokter Nunuk Kristiani di Burneh. Keluhan N bertambah, yakni batuk, pilek, dan sesak napas. ”Karena keluhannya mengarah ke Covid-19, oleh dokter Nunuk disarankan melakukan rapid test di RSUD Syamrabu,” terangnya.

Atas saran dokter, N langsung menuju RSUD Syamrabu untuk melakukan tes cepat. Hasilnya tenyata reaktif dan langsung dilakukan isolasi di rumah sakit. Sembari menjalani isolasi, yang bersangkutan diambil swab.

Pada 15 Mei N sempat keluar dari rumah sakit. Tetapi, dengan syarat isolasi mandiri di rumah. ”Tanggal 23 Mei hasil swab keluar dengan dinyatakan positif," pungkasnya. (daf/luq)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia