alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan
Penerima JPS 194 Ribu Orang

Lebaran, Masyarakat Bisa Tersenyum

23 Mei 2020, 19: 09: 55 WIB | editor : Abdul Basri

PENCAIRAN: Sejumlah PKL saat mengantre masuk ke Pendapa Ronggosukowati untuk menerima JPS dari Pemkab Pamekasan beberapa waktu lalu.

PENCAIRAN: Sejumlah PKL saat mengantre masuk ke Pendapa Ronggosukowati untuk menerima JPS dari Pemkab Pamekasan beberapa waktu lalu. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Pandemi Covid-19 mengakibatkan perekonomian masyarakat merosot. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memberikan bantuan jaringan pengaman sosial (JPS). Penerimanya mencapai 194.047 kelompok penerima manfaat (KPM).

Jumlah tersebut merupakan keseluruhan dari jumlah penerima JPS dari berbagai klaster. Mulai guru ngaji, GTT nonkategori, jurnalis, abang becak, abang ojek, takmir masjid, guru pesantren, pekerja seni, PKL, dan sejumlah klaster lainnya. Sementara, paket JPS berupa sembako dan uang tunai.

Bupati Baddrut Tamam menyampaikan, jumlah penerima JPS tersebut hampir memenuhi jumlah KK yang ada di Kabupaten Pamekasan. Jumlah KK di Pamekasan sekitar 220.000. ”Selisih dari jumlah KK  yang tidak menerima karena dari keluarga yang sudah mampu,” jelasnya.

Baddrut Tamam memastikan bahwa seluruh masyarakat di Pamekasan yang statusnya terdampak Covid-19 akan ter-cover. ”Seluruh masyarakat di Kabupaten Pamekasan saya pastikan seluruhnya yang terdampak Covid-19 dan yang tidak mampu, sebelum Lebaran sudah mendapatkan social safety net,” sambungnya.

JPS untuk menstabilkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Tujuannya, agar tidak terjadi gejolak di antara masyarakat yang kurang mampu karena kehilangan pekerjaan pada masa-masa wabah korona.

”Harapannya, pada Lebaran ini, masyarakat bisa tersenyum karena makanannya lezat. Serta bisa berbagi dengan masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya. Dengan begitu, masyarakat terdampak pandemi juga bisa menikmati hari kemenangan Idul Fitri 1441 Hijiriah.

Untuk diketahui, total anggaran JPS yang disediakan Rp 47 miliar. Proses distribusi JPS sebagian besar sudah dilakukan sejak bulan lalu. Baik melalui dinas sosial sebagai penyedia JPS untuk abang becak dan abang ojek. Kemudian, dari diskop dan UM sebagai penyedia bantalan sosial untuk PKL. Lalu, disparbud sebagai penyedia bantuan untuk pelaku seni. (ky)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia