alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Sepakati Salat Id dengan Protokol Covid-19

Hasil Rakor Pemkab dengan Para Ulama

22 Mei 2020, 16: 27: 46 WIB | editor : Abdul Basri

SEPAKAT: Ketua MUI Sampang KH Bukhori Maksum menandatangani lembar kesepakatan pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 Hijriah dengan protokol Covid-19, Rabu malam (20/5).

SEPAKAT: Ketua MUI Sampang KH Bukhori Maksum menandatangani lembar kesepakatan pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 Hijriah dengan protokol Covid-19, Rabu malam (20/5). (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah, Pemkab Sampang menggelar rapat koordinasi bersama Kemenag dan tokoh ulama pada Rabu malam (20/5). Hal itu berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan ibadah di tengah masa pandemi Covid-19.

Rakor di aula pemkab itu dipimpin langsung Bupati Slamet Junaidi. Turut hadir dalam rakor tersebut jajaran forkopimda, Kapolres AKBP Didit BWS, Dandim 0828 Letkol Arm Mulya Yaser Kalsum, dan Pj Sekkab Yuliadi Setiawan. Kepala Kemenag Pardi juga terlibat dalam pembahasan rakor selepas salat Tarawih tersebut.

Dari kalangan tokoh ulama dihadiri Ketua MUI Sampang KH Bukhori Maksum dan Ketua Dewan Masjid Indonesia Sampang KH Nasir Sayuti. Rais Syuriah PC NU Sampang KH Syafiuddin Abd. Wahid dan Ketua PC NU Sampang KH Muhammad Itqon Bushiri juga hadir. Kegiatan tersebut juga diikuti pimpinan OPD dan seluruh forkopimka se-Kabupaten Sampang.

Slamet Junaidi menyampaikan, pergerakan Covid-19 di daerah yang dipimpinnya sangat masif. Hal itu perlu pencegahan dan penanganan seluruh pihak. Karena itu, pihaknya meminta bantuan tokoh ulama agar virus tersebut tidak semakin meluas.

Tokoh ulama memiliki kekuatan untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat. Bahaya Covid-19 bisa menyerang siapa pun. ”Kita ingin persepsi kita sama. Bersama-sama untuk melakukan antisipasi Covid-19 agar tidak liar. Yang menjadi imbauan pemerintah nantinya dapat disosialisasikan ke masyarakat,” ujarnya.

Terdapat delapan poin yang disepakati. Yakni, tidak melakukan takbir keliling di jalan raya meski jalan kaki dan mengumpulkan massa, menggemakan takbir dapat dilakukan di masjid atau musala oleh pengurus takmir dengan menetapkan protokol kesehatan serta melalui media elektronik, dan digital lainnya.

Umat Islam dan warga Sampang perlu menggemakan gema takbir, tahmid, dan tahlil saat malam Idul Fitri sebagai tanda syukur sekaligus doa agar pandemi Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT. Juga memperpendek bacaan salat dan pelaksanaan khotbah dan melakukan cuci tangan dengan sabun serta air mengalir.

Selanjutnya, jamaah harus menggunakan masker, pengecekan suhu badan, dan pengaturan saf dengan menjaga jarak. ”Kesepakatan ini juga mengacu pada Fatwa MUI. Bukan untuk membatasi ibadah, tapi meminimalkan persebaran Covid-19 di Sampang,” ungkapnya.

Bupati berharap kesepakatan ini terealisasi dengan baik. Disosialisasikan secara masif kepada masyarakat agar tidak ada yang melanggar. Dia tidak ingin ada gejolak di tengah pandemi Covid-19.

Hal senada disampaikan Kepala Kemenag Pardi. Pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran (SE) 844/KK.1321.6/HM.02/5/2020 perihal imbauan kaifiat takbir dan salat Idul Fitri 1441 H. Disebuatkan, poinnya sama dengan imbauan dari pemerintah daerah. ”Kami tidak membatasi. Kalau ada yang melanggar, itu sudah ranahnya Polres Sampang,” tukasnya. (bil)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia