alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

48 PMI dari Swiss Tiba, Diimbau Isolasi Mandiri 14 Hari

22 Mei 2020, 16: 24: 55 WIB | editor : Abdul Basri

PERIKSA: Petugas mendata PMI di posko pemeriksaan Covid-19 di akses Suramadu di Desa Morkepek, Kecamatan Labang, Selasa (19/5).

PERIKSA: Petugas mendata PMI di posko pemeriksaan Covid-19 di akses Suramadu di Desa Morkepek, Kecamatan Labang, Selasa (19/5). (YUDI IRAWAN FOR RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Sebanyak 48 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Swiss tiba di Bangkalan pada Selasa (19/5) sekitar pukul 23.30. Mereka harus menajalani serangkaian pemeriksaan petugas di posko pemeriksan di akses Suramadu di Desa Morkepek, Kecamatan Labang.

Puluhan PMI itu dibawa menggunakan bus antarkota antarprovinisi (AKAP) dari Jakarta. Sebelumnya mereka menaiki kapal Royal Caribbean dan dilakukan pengecekan di Jakarta. Saat tiba di Bangkalan, semua PMI dinyatakan sehat dan tidak ada yang mengarah pada Covid-19.

Petugas Dinas Perhubungan Jawa Timur Yudi Irawan menyampaikan, kedatangan PMI tersebut sudah dikabarkan sebelumnya. Dengan begitu, petugas dapat melakukan persiapan.

Semua PMI tersebut dilakukan pendataan dan dicek suhu tubuhnya. Sehingga, pengawasan nantinya bisa dilanjutkan oleh instansi kesehatan di daerah masing-masing. ”Alhamdulillah semuanya normal, dan data sudah kami simpan,” terangnya kemarin (21/5).

Rombongan membawa papan nama dengan tulisan Swiss Bell PIK. Mereka berasal dari beberapa kecamatan di Bangkalan. ”Ada 48 PMI yang menggunakan dua bus. Semuanya normal dan diminta untuk isolasi mandiri di rumah selama 14 hari,” jelasnya.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur Ainur Rofiq menambahkan, kedatangan PMI itu tidak bisa dibendung. Sebab, memang belum ada larangan tegas tentang kedatangan mereka.

Kedatangan PMI juga dikoordinasi melalui kedutaan. Sehingga, PMI tetap bisa pulang. ”Kami sebagai petugas hanya menjalankan prosedur saja, tidak bisa menambahkan banyak,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sudiyo mengatakan, pihaknya sudah menerapkan prosedur jelas terhadap kedatangan PMI. Setelah dilakukan pengecekan di posko pemeriksaan Covid-19, mereka akan didata. Kemudidan, data tersebut nantinya akan diberikan pada petugas kesehatan di tiap kecamatan untuk dilakukan pengawasan.

”Petugas kesehatan sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa akan melaporkan para PMI yang baru tiba tersebut,” tegasnya. (hel)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia