alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersangka Pengoplos Beras Bebas Penahanan

21 Mei 2020, 18: 30: 04 WIB | editor : Abdul Basri

KLARIFIKASI: Pemilik Gudang UD Yudatama ART Latifa (kanan) didampingi kuasa hukumnya, Kamarullah, saat menunjukkan bukti dokumen perizinan usaha beberapa waktu lalu.

KLARIFIKASI: Pemilik Gudang UD Yudatama ART Latifa (kanan) didampingi kuasa hukumnya, Kamarullah, saat menunjukkan bukti dokumen perizinan usaha beberapa waktu lalu. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Pengungkapan dugaan pengoplosan beras di Sumenep kembali menarik perhatian publik. Pasalnya, tersangka yang tidak lain pemilik gudang UD Yudatama ART Latifa bebas dari penahanan. Mengingat, hingga waktu yang ditentukan, penyidik belum rampung mengumpulkan bukti-bukti.

Hal itu berdasarkan surat perintah pengeluaran penahanan oleh Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi. Dalam surat bernomor SPP-Han/48.f/V/2020/Reskrim itu diperintahkan kepada penyidik agar mengeluarkan tersangka. Perintah tersebut mengacu pada pasal 24 KUHAP.

Kuasa Hukum tersangka, Kamarullah, mengatakan, bagi tersangka yang dituntut di bawah 9 tahun bisa dibebaskan dari penahanan. Itu seiring berjalannya waktu sejak dilakukan penggerebekan, penetapan tersangka, hingga penahanan.

Namun, dalam waktu yang sudah ditentukan, penyidik belum berhasil melengkapi berkas dan bukti sebagaimana dengan pasal yang disangkakan. Yakni, setelah 60 hari ditahan selama menjalani masa pemeriksaan.

Salah satu tuduhan yang disangkakan ialah pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Mengingat, kategori dari pasal tersebut diperuntukkan melindungi hak-hak konsumen. Sementara, sampai sekarang belum dan pelapor atau konsumen yang dirugikan.

Tindakan hukum sudah dilakukan kepolisian dari penyitaan barang bukti hingga penahanan. Padahal, jenis usaha yang digeluti kliennya memiliki izin lengkap. Bahkan, hasil uji BPOM terhadap berasnya tidak membahayakan.

Pihaknya tetap akan koopertaif dengan hukum, baik dilanjutkan atau dihentikan. ”Masa waktu penahanan sudah habis, berdasarkan KUHAP, tersangka harus dikeluarkan dari tahanan demi hukum,” kata alumnus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu kemarin (20/5).

Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menegaskan, penanganan kasus pengoplosan beras tetap berlanjut. Tersangka dibebaskan demi hukum karena waktu penahanan sudah habis. Pihaknya sudah melakukan penyidikan secara maksimal. Salah satunya dengan memenangkan praperadilan yang diajukan tersangka.

Pelimpahan berkas kepada kejaksaan sudah dilakukan. Namun, masih ada yang perlu dilengkapi hingga masa penahanan habis. Penyidik akan terus melengkapi petunjuk berkas yang menurut kejaksaan perlu dilengkapi.

Mengingat, kasus tersebut perlu ketelitian karena baru kali pertama diungkap di Sumenep. ”Polisi dan jaksa terus berupaya semaksimal mungkin untuk memproses kasus beras ini agar dapat dilanjutkan pada tahap penuntutan,” tandasnya. (jun)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia