alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Cara Jurnalis Pamekasan Edukasi Masyarakat Lawan Korona

20 Mei 2020, 17: 17: 10 WIB | editor : Abdul Basri

PEDULI SESAMA: Ketua AJP Miftahul Arifin memakaikan masker kepada penerima bantuan dari jurnalis kemarin.

PEDULI SESAMA: Ketua AJP Miftahul Arifin memakaikan masker kepada penerima bantuan dari jurnalis kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) ambil bagian dalam meringankan beban ekonomi masyarakat. Ratusan paket sembako diberikan dengan menerapkan protokol kesehatan.

PRENGKI WIRANANDA, Pamekasan, RadarMadura

MENDUNG menyelimuti langit Kota Pamekasan kemarin (19/5). Rintik hujan membasahi jalanan. Tiupan angin menggerakkan rinai hujan, menyapa pengendara dan warga.

Ibu-ibu, nenek paro baya, dan remaja berlarian, berkejaran dengan sapaan hujan. Kedua tangannya diletakkan di atas kepala untuk menghalangi hunjaman hujan. Langkah kakinya semakin cepat menuju tenda di sekitar lampu merah Jalan Raya Panglegur.

Sejumlah jurnalis menyambut ramah ibu-ibu yang berkejaran dengan hujan itu. Yang tidak mengenakan masker diminta mengambil satu alat pelindung diri (APD) itu dan memakainya.

Hujan tidak berlangsung lama. Langit kembali cerah. Matahari mulai menampakkan wajahnya. Sementara warga terus berdatangan. Para jurnalis menyambut mereka dengan senyum dan masker.

Sesekali, para kuli tinta itu memakaikan masker kepada warga. Sambutan hangat itu dibalas senyum ikhlas oleh warga yang akan menerima paket sembako. Di pintu masuk tenda, jurnalis menjelaskan cara menjalankan protokol kesehatan.

Ketua AJP Miftahul Arifin mengatakan, pembagian paket sembako itu dikemas sebagai wahana edukasi. Panitia menyiapkan APD berupa masker yang dibagikan secara gratis kepada seluruh penerima sembako.

Panitia juga menyiapkan hand satinizer. Sebelum mengambil sembako, tangan warga disemprot cairan tersebut. Harapannya, tangan warga bebas dari virus menular.

Menurut Ipin –sapaan Miftahul Arifin–, jurnalis yang ada di lokasi juga memberikan edukasi cara hidup bersih dan sehat. Warga yang tidak biasa menggunakan masker diberi tahu manfaat alat penutup hidung dan mulut itu.

Mereka diberi pemahaman agar bisa diterapkan di rumah masing-masing. Harapannya, melalui kegiatan sosial itu, jurnalis tidak hanya membantu meringankan ekonomi, tetapi juga memutus mata rantai persebaran virus korona.

Ipin menilai, edukasi kepada masyarakat sangat penting. Sebab, virus korona tidak hanya berdampak pada kesehatan. Tetapi, juga pada kondisi ekonomi dan sosial.

Dengan demikian, para jurnalis itu tidak hanya memberikan bantuan paket sembako. Tetapi, juga mengedukasi agar masyarakat menjaga kebersihan dan kesehatan. ”Menjaga kebersihan sangat penting dalam melawan korona,” katanya.

Ipin berharap, masyarakat terus mematuhi anjuran pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya, setiap keluar rumah, warga wajib pakai masker, kemudian jaga jarak dan sering cuci tangan.

Munarya, 34, warga Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, berterima kasih atas kepedulian jurnalis kepada warga. Uluran tangan itu sangat penting bagi masyarakat yang mengalami krisis ekonomi selama korona.

Munarya menuturkan, kondisi ekonomi masyarakat sangat lemah. Usahanya banyak yang tidak jalan. Akibatnya, untuk menyambung hidup saja sangat sulit. ”Kami sangat butuh uluran tangan,” ungkapnya. 

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia