alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Dilarang Takbir Keliling, Boleh Salat Id, Jangan Berjabat Tangan

19 Mei 2020, 16: 59: 21 WIB | editor : Abdul Basri

Dilarang Takbir Keliling, Boleh Salat Id, Jangan Berjabat Tangan

Share this      

SAMPANG – Pelaksanaan salat Idul Fitri secara berjamaah di tengah pandemi Covid-19 masih menjadi perbincangan masyarakat. Mengacu pada surat edaran dari Kemenag, hal itu diperbolehkan. Akan tetapi, pelaksanaannya harus mengikuti protokol kesehatan.

Kepala Kemenag Sampang Pardi mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan imbauan terkait pelaksanaan salat Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Hal itu tertuang dalam SE 844/KK.1321.6/HM.02/5/2020 tentang imbauan kaifiat takbir dan salat Idul Fitri 1441 Hijriah. Terdapat delapan poin dalam SE tersebut.

Pihaknya memperhatikan fatwa MUI 28/202 yang dikeluarkan pada 13 Mei. ”Ini berlaku secara umum. Kami tidak membatasi. Tapi jika pemkab mengambil pembatasan, ya monggo,” katanya kemarin (18/5).

Pardi menyampaikan, beberapa poin penting harus diperhatikan masyarakat dalam menyambut perayaan Idul Fitri. Umat Islam perlu menggemakan takbir, tahmid, tahlil saat malam Idul Fitri. Hal itu sebagai tanda bersyukur sekaligus doa agar pandemi Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT.

Kendati begitu, dalam menggemakan takbir dilarang melakukan dengan cara keliling di jalan raya meskipun dengan jalan kaki. Sebab, hal itu berpotensi mengumpulkan massa. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk melaksanakan takbir di rumah, masjid, musala, serta melalui media elektronik atau digital. ”Kalau ada yang tidak patuh, itu sudah ranahnya polres,” tuturnya.

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan salat Idul Fitri tidak seperti biasanya. Masyarakat yang ingin melaksanakan salat Id berjamaah harus mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, dianjurkan untuk memperpendek bacaan salat dan pelaksanaan khotbah.

Pardi menambahkan, sebelum masuk ke masjid, jamaah harus mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir. Pengecekan suhu badan juga harus dilakukan. Penggunaan masker saat salat id harus dijalankan.

Begitu juga dengan pengaturan saf dengan jaga jarak aman. ”Sementara menghindari salaman untuk mengantisipasi persebaran Covid-19,” tegas Pardi. (bil)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia