alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Upaya Pemkab agar PDP Tidak Stres, Siapkan Televisi dan Wifi

19 Mei 2020, 16: 47: 51 WIB | editor : Abdul Basri

TEMPAT OBSERVASI: Sejumlah pejabat berada di Gedung Islamic Center lantai 2 yang dijadikan tempat observasi beberapa waktu lalu.

TEMPAT OBSERVASI: Sejumlah pejabat berada di Gedung Islamic Center lantai 2 yang dijadikan tempat observasi beberapa waktu lalu. (ONGKY ARISTA UA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Desain rumah observasi Gedung Islamic Center (GIC) Pamekasan akan dibuat senyaman mungkin. Gedung tersebut akan dilengkapi fasilitas yang dibutuhkan seperti televisi dan jaringan internet gratis. Tujuannya, agar para pasien dalam pengawasan (PDP) yang tengah menjalani petawatan tidak stres.

Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Dia mengatakan, orang yang divonis PDP akan ketakutan. Pemkab akan mengurangi ketakutan mereka dengan mendesain rumah observasi sebaik mungkin. ”Di sini (tempat observasi GIC) akan menjadi tempat yang menyenangkan,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, GIC memiliki 30 bed. Fasilitas itu disiapkan untuk 30 PDP ringan yang tidak membutuhkan peralatan medis terlalu kompleks. Dalam arti, pemanfaatan GIC untuk meringankan beban rumah sakit sekaligus antisipasi kemungkinan membeludaknya PDP di Pamekasan.

Dengan fasilitas seperti televisi dan wifi, gugus tugas Covid-19 Pamekasan berharap PDP tidak stres. Bahkan, PDP bisa melakukan kegiatan bermedia sosial dengan riang gembira. Juga bisa menonton hiburan melalui layar kaca televisi. ”Stres itu bisa menurunkan imun tubuh,” kata Baddrut Tamam.

Baddrut Tamam berharap, ruang observasi itu tidak dipakai. Artinya, pasien berstatus PDP di Pamekasan menyusut. Dengan demikian, kapasitas rumah sakit rujukan mampu menampung para pasien. ”Ini kita siapkan untuk kemungkinan terburuknya, seperti bermain bola, pemain cadangan diperlukan guna antisipasi ada yang cedera,” ungkapnya.

Dia berharap, masyarakat patuh terhadap protokol Covid-19. Bila masyarakat patuh, potensi persebaran virus korona di Pamekasan akan lebih kecil bahkan bisa minim. ”Namun yang jelas, partisipasi masyarakat sudah baik, karena ODR kita turun dari 7 ribuan menjadi 800-an,” tukasnya. (ky)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia