alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Eksistensi IAIN Madura Tak Redup di Tengah Pandemi

Perkuliahan Online Tetap Jalan

18 Mei 2020, 09: 48: 21 WIB | editor : Abdul Basri

BERI ULURAN TANGAN: Ketua Satgas Covid-19 IAIN Madura Drs. Abdul Halik, M.M. memberikan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19.

BERI ULURAN TANGAN: Ketua Satgas Covid-19 IAIN Madura Drs. Abdul Halik, M.M. memberikan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19. (RadarMadura.id)

Share this      

Pandemi Covid-19 telah memaksa pembatasan jarak sosial. Namun, bukan berarti semua aktivitas ikut lumpuh. Seperti yang dilakukan IAIN Madura. Institut Agama Islam kebanggaan masyarakat Pulau Garam itu tetap menjalankan aktivitas akademik dan membagi-bagikan sembako kepada warga terdampak.

ONGKY ARISTA UA, Pamekasan,  RadarMadura.id

 

TETAP JALAN: Dosen sedang menguji tesis mahasiswa pascasarjana IAIN Madura melalui jejaring online.

TETAP JALAN: Dosen sedang menguji tesis mahasiswa pascasarjana IAIN Madura melalui jejaring online.

PEMBAGIAN sembako itu dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) IAIN Madura, Sabtu (9/5) lalu. Sasarannya para abang becak, anak yatim, dan kaum duafa di Arek Lancor dan Yayasan Al-Mu’thi di Desa Panaguan Kecamatan Larangan.

Ketua UPZ IAIN Madura Moh. Elman menyampaikan, aksi sosial tersebut memang dibagi menjadi dua kegiatan. ”Pertama di Arek Lancor. Kedua di Panaguan, Kecamatan Larangan, di Yayasan Al-Mu’thi,” katanya.

”Dengan harapan bisa merata, meskipun sangat tidak mungkin kami cover semua masyarakat, mengingat kemampuan kami terbatas,” sambungnya.

Maksud dan tujuan kegiatan tersebut tidak lain untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. ”Kami bisa melihatnya, aktivitas ekonomi lunglai. Karena pandemi Covid-19 ini, ekonomi masyarakat benar-benar terjun bebas,” ujar lelaki yang akrab disapa Elman Duro itu.

Sembako yang disalurkan Satgas Covid-19 IAIN Madura sekitar 200 paket. Sebanyak 150 paket untuk abang becak dan orang yang melintas di kawasan Arek Lancor. Kemudian 50 bungkus sisanya, santunan untuk anak yatim di Yayasan Al-Mu’thi.

Bantuan itu sendiri berasal dari uluran tangan mahasiswa, dosen IAIN Madura, dan donatur. Pengumpulan dana dengan cara penggalangan koin kepada mahasiswa, karyawan, para dosen, dan ada sebagian dari para donatur.

Rektor IAIN Madura Dr. Mohammad Kosim, M.Ag mengakui, pandemi ini memang menyulitkan. Tapi, tidak sepenuhnya membatasi aktivitas. Pandemi ini juga jadi momentum merenung dan berbagi.

”Pada masa pandemi bukan berarti aktivitas akademik berhenti. Kami bekerja dari rumah. Layanan akademik, bimbingan, ujian kuliah maupun proposal dan skripsi tetap jalan dengan jejaring online,” paparnya.

Kendati pandemi ini membuat segala aktivitas kesulitan, tapi aktivitas yang masih memungkinkan melalui jejaring online akan tetap dilakukan agar tidak menghambat aktivitas akademik yang sudah direncanakan. ”Hanya wisuda yang kemungkinan ditunda, untuk ijazah tetap bisa diproses bagi mereka yang sudah menyelesaikan ujian,” terangnya.

Pria asal Sampang tersebut menambahkan, IAIN Madura secara khusus telah membentuk Satgas Covid-19. Tujuannya, untuk mensterilkan atau memutus tali persebaran Covid-19 di lingkungan kampus yang dipimpinnya. ”Kalau masuk kampus harus pakai masker dan dites suhu tubuhnya. Tim satgas melakukan penyemprotan di lingkungan IAIN dan rumah masyarakat di sekitar kampus.

”Kerja satgas ini juga mengumpulkan donasi dari pegawai-pegawai di lingkungan IAIN Madura. Setelah terkumpul, diproses menjadi sembako dan disalurkan kepada masyarakat terdampak dan kaum duafa,” ungkap Kosim.

Selain Satgas Covid-19, kata Kosim, ada dua lembaga di IAIN Madura yang setiap tahun memang secara rutin membagi-bagikan sembako. Yakni, UPZ dan Dharma Wanita IAIN Madura. ”Ini setiap tahun di bulan Ramadan melakukan baksos kepada masyarakat yang tidak mampu,” pungkasnya. 

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia