alexametrics
Kamis, 04 Jun 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Terdakwa Narkoba 19 Kilogram Divonis 20 Tahun

17 Mei 2020, 17: 10: 09 WIB | editor : Abdul Basri

Terdakwa Narkoba 19 Kilogram Divonis 20 Tahun

Share this      

SAMPANG – Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti 19 kilogram sudah diputus. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sampang menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada terdakwa.

Hingga kemarin (16/5), terdakwa Ahmad Sakur, warga Dusun Karang, Desa Maneron, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, belum menyatakan sikap. Apakah akan banding atau menerima vonis hakim yang dibacakan dalam sidang putusan pada Rabu (13/5).

Ketua PN Sampang Irianto Prijatna Utama menegaskan, vonis kepada terdakwa berdasarkan hasil dan fakta persidangan. Terdakwa dituntut seumur hidup oleh jaksa penuntut umum (JPU). ”Iya, benar sudah saya vonis dua puluh tahun penjara,” katanya kemarin.

Terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup dan minimal 5 tahun. ”Kami beri waktu tujuh hari kepada terdakwa dan JPU untuk pikir-pikir atas vonis tersebut,” terangnya.

Di tempat terpisah, penasihat hukum terdakwa, Moh Hasan mengatakan, pihaknya akan berdiskusi lagi dengan kliennya. Sebab, kliennya merasa tidak memiliki terhadap barang tersebut.

”Klien saya ini hanya sopir ekspedisi dan barang itu ditemukan di dalam mobil boks ekspedisi yang dikendarai klien saya. Artinya, barang itu diselundupkan,” tegasnya.

Menurut Hasan, banyak sekali fakta persidangan dan kejanggalan dalam penanganan kasus narkoba yang menimpa kliennya. ”Klien saya ini saat proses pemeriksaan dalam penyelidikan tidak didampingi penasihat hukum. Jika di BAP (berita acara pemeriksaan) ada, itu fiktif. Karena pengakuan klien saya tidak pernah kenal dan memperkenalkan diri penasihat hukumnya tersebut,” bebernya.

Dugaan tanda tangan di BAP fiktif semakin kuat setelah majelis hakim meminta dihadirkan ke persidangan untuk kebutuhan verbal lisan kepada jaksa sampai tiga kali namun tidak bisa dihadirkan. Dari itu, pihaknya semakin yakin bahwa kliennya bakal mendapat hukuman ringan.

”Pihak perusahaan ekspedisi tempat klien saya bekerja tidak ikut campur, ada apa? Mestinya kan harus ada pertanggungjawaban juga dari perusahaan klien saya ini,” katanya.

Pihaknya berharap majelis hakim menggunakan hati nurani dalam menangani perkara tersebut. Tuntutan jaksa kepada kliennya juga terlalu berat.

”Harapan kami, klien saya bisa diputus ringan, karena benar-benar tidak tahu dan merasa tidak memiliki barang itu,” pungkasnya.

(mr/rus/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia