alexametrics
Jumat, 26 Feb 2021
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

12 Lembaga Belum Cairkan Dana BOS TA 2019

06 Mei 2020, 17: 20: 19 WIB | editor : Abdul Basri

12 Lembaga Belum Cairkan Dana BOS TA 2019

Share this      

SUMENEP ­– Hingga kemarin (5/5), pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) afirmasi dan kinerja tahun anggaran (TA) 2019 untuk SD dan SMP di Kabupaten Sumenep belum selesai. Sebab, ada 12 lembaga pendidikan yang belum mencairkan dana tersebut.

Kasubbag Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Disdik Sumenep Tri Fathanah membenarkan hal tersebut. Menurut dia, ada tiga lembaga yang belum mencairkan dana BOS kinerja dan sembilan lembaga yang belum mencairkan BOS afirmasi. ”Padahal, pengumumannya sudah di-share. Tapi, belum diambil juga,” ucapnya.

Menurut dia, lembaga pendidikan yang belum mencairkan dana BOS kinerja terdiri atas satu SD dan dua SMP. Sementara itu, lembaga yang belum mencairkan dana BOS afirmasi terdiri atas lima SD dan empat SMP. ”Penggunaan anggaran harus mendapat rekomendasi dari lembaga dan persetujuan dari BPPKAD Sumenep,” katanya.

Tri Fathanah menjelaskan, dana BOS afirmasi dan kinerja TA 2019 tidak akan hangus. Artinya, dana itu masih bisa digunakan pada TA 2020. Sebab, dana BOS yang belum terserap akan menjadi sisa lebih penggunaan anggaran (silpa). ”Jadi, sekolah bisa mencairkan melalui silpa. Langsung transfer, tidak bisa tarik tunai. Regulasi dari pusat,” tuturnya.

Lembaga pendidikan yang belum menyerap dana BOS afirmasi dan kinerja, ungkap Fathanah, rata-rata anggarannya di atas Rp 200 juta. Masih ada sekolah yang tidak berani mencairkan. ”Seperti SMA 1 Sumenep kan Rp 750 juta. Dananya belum dicairkan. Seharusnya, pihak sekolah membentuk tim yang mengawal pencairan,” ulasnya.

Lembaga yang mendapat dana BOS afirmasi dan kinerja tersebut sesuai dengan ketentuan pusat dan merujuk pada data pokok pendidikan (dapodik). ”Kabupaten tidak ikut-ikut terkait penentuan dana bantuan afirmasi dan kinerja,” papar Tri Fathanah.

Fathanah menambahkan, dana BOS afirmasi dan kinerja 2020 belum ada. Dana tersebut diberikan ke sekolah di kawasan tertinggal, terluar, dan terdepan. Tujuannya, meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah itu. ”Tidak tahu apakah tahun ini ada apa tidak. Hingga melewati triwulan ketiga, belum ada info,” pungkasnya. (mi)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news