alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Bubarkan Resepsi Pernikahan

26 Maret 2020, 08: 34: 43 WIB | editor : Abdul Basri

HANYA SESAAT: Aparat kepolisian menjaga Gedung Rato Ebuh di sekitar pintu masuk menghalau tamu undangan yang menghadiri resepsi pernikahan.

HANYA SESAAT: Aparat kepolisian menjaga Gedung Rato Ebuh di sekitar pintu masuk menghalau tamu undangan yang menghadiri resepsi pernikahan. (HUMAS POLRES FOR RadarMadura.id)

Share this      

RESEPSI pernikahan Faiz dan Safitri di Gedung Rato Ebuh Bangkalan kedatangan ”tamu tak diundang” kemarin (25/3). Akibatnya, momen spesial sepasang kekasih asal Kecamatan Tanjungbumi itu berlangsung singkat. Sebab, ”tamu tak diundang” itu meminta agar acara segera diakhiri.

Resepsi digelar pukul 09.00. Pernak-pernik hiasan gedung di utara alun-alun Bangkalan itu menggambarkan kebahagiaan kedua mempelai. Iringan kendaraan mewah menambah keramaian di jalan raya.

Namun, acara tidak semeriah yang diharapkan. Sebab, aparat kepolisian datang memberikan imbauan secara persuasif dan meminta agar acara segera dibubarkan. Hal itu dilakukan berdasar maklumat Kapolri.

Ibnu, penerima konsumen Gedung Rato Ebuh mengutarakan, resepsi pernikahan tetap dilanjut. Akan tetapi, secara singkat. Setelah acara selesai, pihak kepolisian meminta agar Gedung Rato Ebuh dalam waktu yang tidak ditentukan tidak menggelar aktivitas apapun. ”Tidak boleh ada lagi ke depannya. Baik acara pertemuan, rapat, resepsi, dan lainnya,” ujarnya.

Ibnu menerangkan, keluarga mempelai sudah pesan gedung sejak lama. Biasanya, penyewa pesan sejak enam bulan, sembilan bulan, setahun sebelum acara. ”Acara sukses. Tamu sudah makan semua dan bawa bingkisan, mantan sudah masuk,” ungkapnya.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, pihaknya melakukan imbauan secara persuasif kepada keluarga mempelai. Acara digelar sangat singkat. Keluarga mempelai sadar bahwa kegiatan yang dapat membuat orang berkumpul saat ini berbahaya. ”Digelar singkat. Setengah jam tidak sampai,” ujarnya.

Polres berkoordinasi kepada pengelola Gedung Rato Ebuh agar selama dua pekan ke depan tidak digunakan terlebih dahulu. ”Kami imbau masyarakat untuk tidak berada di tempat keramaian. Lebih baik di rumah saja,” imbaunya.

Pihaknya juga telah menginstruksikan polsek melarang warga agar tidak mengumpulkan banyak orang ketika menggelar acara. Dia mengimbau masyarakat yang memiliki acara dengan melibatkan banyak orang sementara ditunda untuk menghindari persebaran virus korona. ”Demi keselamatan kita bersama,” tegas Rama.

Di sisi lain, pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan keramaian dalam acara proses penikahan. Kebijakan ini dikeluarkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam). Kebijakan itu tertuang dalam surat edaran (SE) P-002 /DJ.III/Hk.00.7/03/2020 tentang Imbauan dan Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Area Publik di Lingkungan Direktorat Jenderal Bimas.

Kepala KemEnag Pamekasan Afandi menegaskan, SE tersebut tidak melarang pelaksanaan hajat pernikahan di tengah pandemi Covid-19. Pelayanan di semua kantor urusan agama (KUA) berjalan normal seperti biasa. ”Namun yang perlu menjadi catatan, ada beberapa SOP (standar operasional prosedur) baru yang perlu dilakukan,” ucapnya kemarin (25/3).

Di antaranya, pembatasan masyarakat yang hadir dalam kegiatan pernikahan. Maksimal hanya 10 orang yang hadir. ”Harus menjaga jarak setidaknya 1 atau 2 meter,” imbuhnya.

Kebijakan lain, dianjurkan tidak ada jabat tangan di kegiatan pernikahan. Termasuk, antara mempelai pria dengan penghulu saat ijab kabul. ”Ijab kabul itu tidak harus bersalaman, boleh menggunakan pengeras suara,” tambahnya.

Dia mengimbau masyarakat mematuhi aturan pemerintah. Kebijakan itu sebagai langkah antisipatif pandemi Covid-19. ”Kami harap masyarakat memahami tujuan dari pemerintah,” harapnya. (jup)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia