alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Upaya Tim Satgas Covid-19 Cegah Kerumunan Manusia

Demi Kesehatan Bersama, Tunda Hajatan Warga

26 Maret 2020, 08: 33: 16 WIB | editor : Abdul Basri

BERI PENJELASAN: Tim Satgas Covid-19 Sampang meminta warga untuk menunda resepsi nikah.

BERI PENJELASAN: Tim Satgas Covid-19 Sampang meminta warga untuk menunda resepsi nikah. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

Ahmad Arrosi Romli harus bersabar untuk segera melihat putrinya di pelaminan. Hajatan yang akan digelar pekan depan harus ditunda. Padahal, semua persiapan sudah dilakukan.

ANIS BILLAH, Sampang, RadarMadura.id

HAJI Ahmad Arrosi Romli hanya mengelus dada saat petugas Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sampang mendatangi rumahnya kemarin (25/3). Mereka meminta warga Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota Sampang itu menunda resepsi pernikahan putrinya.

Rencana resepsi sudah direncanakan akan digelar 5 April mendatang. Tidak banyak yang disampaikan. Kecuali mendengarkan penjelasan dari tim satgas yang terdiri atas dokter dan aparat kepolisian.

”Ya, mau bagaimana lagi. Saya tidak mau mengambil risiko. Daripada nanti dibubarkan, lebih baik ditunda saja,” katanya.

Pria berkumis itu mengaku sudah mengetahui infromasi tentang imbauan untuk tidak menggelar acara yang melibatkan orang banyak. Karena itu, dia mengurangi jumlah undangan dalam resepsi pernikahan putrinya, Isma Nur Junaidi dengan calon suaminya Mohammad Andi.

Semula, Haji Rosi mempersiapkan 600 undangan. Namun, dikurangi menjadi 150 orang. Warga yang diundang untuk mendoakan kebahagiaan putrinya hanya di sekitar Kelurahan Banyuanyar. ”Saya sudah daftar ke KUA bahwa akad nikahnya dilaksanakan di rumah. Di sini sudah jadi tradisi begitu,” ungkapnya.

Akibat penundaan resepsi itu, Haji Rosi mengaku rugi. Pasalnya, undangan sudah dibuat dan siap disebar. Di samping itu, peralatan kebutuhan dapur juga sudah dibelanjakan. Karena itu, dia berharap pemerintah juga ikut menanggung kerugian yang dialaminya.

”Bahan-bahan sudah pesan. Kita sudah menanggung kerugian. Saya berharap pemerintah bisa membantu kerugian ini,” harapnya.

Sementara Wakapolres Sampang Kompol Mukhamad Lutfi menyampaikan, langkah yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari maklumat Kapolri. Hal itu tertuang dalam surat edaran (SE) Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Korona atau Covid-19.

Dalam maklumat tersebut menyebutkan larangan mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak. Baik di tempat umum atau di lingkungan sendiri, seperti resepsi keluarga dan yang lainnya.

”Dengan berkumpulnya orang banyak dari berbagai daerah, sehingga proses penularannya akan membawa dampak penyebaran virus semakin banyak. Kami tidak memberikan izin kegiatan yang berkumpul seperti resepsi,” tegasnya.

Lutfi menyampaikan, pihaknya langsung mendatangi warga yang memiliki acara resepsi pernikahan. Terdapat empat titik lokasi yang didatangi. Yakni di Kelurahan Banyuanyar; Jalan Pajudan, Kelurahan Rongtengah; Jalan Pemuda, Rongtengah; dan Jalan Melati, Kelurahan Dalpenang.

”Sebenarnya warga bisa tetap menyiapkan besek. Setelah akad nikah baru diberikan kepada tetangga yang diundang. Semua ini demi keselamatan keluarga dan masyarakat sekitar,” tandasnya. (bil)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia