alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Siap Sambut Kedatangan TKI

26 Maret 2020, 08: 31: 06 WIB | editor : Abdul Basri

ANTISIPASI: Water canon Polres Sampang menyemprotkan cairan disinfektan di sepanjang jalan perkotaan.

ANTISIPASI: Water canon Polres Sampang menyemprotkan cairan disinfektan di sepanjang jalan perkotaan. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Di tengah upaya pemerintah mencegah penyebaran coronavirus disease (Covid-19), berembus kabar akan ada pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya diperkirakan mencapai 1.214 orang.

Koordinator Satgas Informasi dan Komunikasi Sampang Moh. Djuwardi mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Kantor Imigrasi Kelas III Pamekasan. Hal itu dilakukan untuk memastikan informasi kepulangan TKI dari negeri jiran tersebut.

Hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan TKI tersebut akan dipulangkan ke tanah air. Kendati begitu, tidak semua pekerja berasal dari Kota Bahari. Kemungkinan berkisar 200 TKI yang akan masuk ke Sampang.

”Jumlah pastinya kami belum tahu karena jadwal kepulangannya juga belum diketahui. Kami terus update perkembangan melalui pihak imigrasi,” katanya kemarin (25/3).

Meski begitu, Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sampang sudah melakukan langkah antisipasi. Direncanakan TKI asal Malaysia tersebut tidak langsung dipulangkan ke rumah masing-masing. Pihaknya akan mengarantina mereka di tempat yang sudah disediakan.

”Tentu nanti kita akan melakukan serangkaian tes kesehatan dulu. Kemudian nanti kita arahkan untuk dikarantina,” jelasnya. Tim satgas menyediakan lima opsi untuk tempat karantina. Yakni, RSUD Mohammad Zyn Sampang, RSUD Ketapang, PKM Pangarengan lama, Gedung Dekranasda, dan BLK Sampang.

Hal itu disesuaikan dengan jumlah TKI yang dipulangkan ke Sampang. ”Kalau masih bisa ditampung di RSUD Sampang, tidak perlu dikarantina di tempat lain. Makanya, nanti kita lihat dulu jumlah TKI yang dipulangkan,” ungkapnya.

Humas Dinkes Sampang Asrul Sani menyampaikan, perkembangan orang dalam risiko (ODR) terus meningkat. Hal itu diiringi dengan banyaknya orang yang masuk ke Kota Bahari. Hingga saat ini pihaknya mencatat 1.200 berstatus ODR.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) juga bertambah. Hingga kemarin tercatat 43 orang. Menurutnya, jumlah tersebut tidak memengaruhi penularan Covid-19.

”Semakin tinggi angka ODR dan ODP, berarti masyarakat sadar untuk melakukan tes kesehatan. Sampai sekarang belum ada yang positif,” tuturnya.

Asrul menambahkan, menjelang bulan puasa, pemerintah harus lebih siap dalam mengantisipasi penyebaran virus korona. Pasalnya, hal itu akan dibarengi dengan liburan mahasiswa. Kemungkinan mahasiswa dari luar daerah akan pulang ke kampung halamannya.

”Kami menjaring orang yang punya risiko. Kami berharap orang yang datang dari luar daerah melakukan cek kesehatan di posko atau puskesmas. Kalau perlu, mengisolasi diri selama 14 hari,” harapnya.

Sementara itu, Kasubsi Teknologi Informasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas III-A Pamekasan Redi Restuanto belum bisa memastikan informasi pemulangan TKI. Sebab, belum ada informasi maupun koordinasi terkait pemulangan TKI asal Malaysia.

Jika ada pemulangan, kemungkinan koordinasinya dengan kantor imigrasi di Surabaya. Sebab, TKI dari Malaysia itu melalui Bandara Juanda dan akan disambut di terminal pesawat berskala internasional itu. ”Kalau dengan kami belum ada koordinasi,” tandasnya. (bil)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia