alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan
Seluruh Anggota Dewan Diperiksa

Dinkes Sarankan Isolasi Mandiri Selama 14 Hari

24 Maret 2020, 18: 53: 12 WIB | editor : Abdul Basri

BERMASKER: Anggota Komisi III DPRD Pamekasan Halili Yasin menjalani pemeriksaan usai kunjungan kemarin.

BERMASKER: Anggota Komisi III DPRD Pamekasan Halili Yasin menjalani pemeriksaan usai kunjungan kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

PAMEKASAN – Di tengah merebaknya wabah virus korona (Covid-19), anggota DPRD Pamekasan masih menyempatkan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah daerah. Akibatnya, seluruh wakil rakyat harus menjalani pemeriksaan medis kemarin (23/3).

Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mengutarakan, seluruh anggota dewan baru tiba kunjungan kerja. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka tahap penyusunan rancangan peraturan daerah (raperda) yang dibahas tiap komisi.

Dalam pembahasan raperda, kata Fathor, butuh referensi dari kabupaten lain. Tujuannya, agar pembahasan maksimal dan tidak ada kekeliruan. ”Dalam pembahasan raperda, butuh kunjungan di luar daerah untuk memaksimalkan pembahasan tersebut,” katanya kemarin.

Dalam hasil pemeriksaan itu, seluruh wakil rakyat dalam kondisi sehat. Mereka tidak terpapar Covid-19. ”Saya meminta teman-teman dinkes dan rumah sakit dilakukan medical check up terhadap anggota dewan,” katanya.

Fathor memastikan, anggota dewan tidak membawa virus dari tempat berkunjung. Mereka steril. Apalagi, saat berada di luar daerah, kebersihan sangat diperhatikan. Hotel tempat menginap disemprot disinfektan dan disiapkan hand sanitizer.

Dengan demikian, jika ada informasi bahwa dewan membawa virus dan enggan dicek, dipastikan itu kabar bohong. Seluruh wakil rakyat antusias menjalani pemeriksaan dinas kesehatan dan pihak rumah sakit.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pamekasan Achmad Marsuki mengatakan, seluruh warga yang baru tiba dari luar kota sebaiknya memeriksakan diri ke puskesmas. Harapannya, agar diketahui kondisi kesehatannya.

Seperti dilakukan DPRD Pamekasan. Mereka menjalani pemeriksaan usai datang dari kunjungan kerja. Hasil pemeriksaan itu akan dipetakan, apakah sehat atau ada yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP).

Teknis meningkatkan status seseorang sehat atau harus dipantau tim medis yang mengatahui. Tetapi, sekalipun dinyatakan sehat disarankan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari inkubasi. ”Saran kami tetap isolasi mandiri,” ungkap Marsuki.

Meski pada pemeriksaan pertama hasilnya sehat, selama 14 hari kemungkinan bisa naik menjadi ODP. Dengan demikian, perlu isolasi mandiri agar kondisinya tetap sehat.

(mr/pen/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia