alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep
Pelintasan Umum Dapat Penanganan Khusus

Polres Bentuk Tim Jokotole Cegah Covid-19

24 Maret 2020, 18: 45: 30 WIB | editor : Abdul Basri

UPAYA PENCEGAHAN: Tim Jokotole Polres Sumenep melakukan penyemprotan disinfektan di salah satu bus AKDP sebelum berangkat di Terminal Tipe A Arya Wiraraja kemarin.

UPAYA PENCEGAHAN: Tim Jokotole Polres Sumenep melakukan penyemprotan disinfektan di salah satu bus AKDP sebelum berangkat di Terminal Tipe A Arya Wiraraja kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Mewabahnya Covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia berpengaruh terhadap angka pengguna angkutan umum. Kondisi tersebut juga terlihat di Terminal Tipe A Arya Wiraraja Sumenep. Selama Maret 2020, jumlah penumpang, baik yang datang maupun berangkat, menurun.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arya Wiraraja Sumenep Handoko Imam Hanafi menyampaikan, turunnya jumlah penumpang paling banyak terjadi pada waktu keberangkatan. Sedangkan kedatangan penumpang di Terminal Arya Wiraraja masih tergolong normal.

Menurut dia, menyusutnya jumlah penumpang terjadi sejak pekan kedua Maret 2020. Setiap hari penumpang berkurang. ”Untuk keberangkatan, ada penurunan sekitar 20 persen dari hari-hari biasanya. Penurunan ini terjadi sejak dua pekan terakhir,” terang Handoko saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (23/3).

MENURUN: Sejumlah penumpang tujuan Sumenep–Jakarta berada di Terminal Tipe A Arya Wiraraja kemarin.

MENURUN: Sejumlah penumpang tujuan Sumenep–Jakarta berada di Terminal Tipe A Arya Wiraraja kemarin. (BADRI STIAWAN/RadarMadura.id)

Sebagai upaya mencegah penularan virus korona, pihaknya mengaku rutin menyemprotkan disinfektan pada bus yang akan berangkat. Termasuk di ruang tunggu penumpang.

Jika terdeteksi adanya penumpang yang diduga terinfeksi Covid-19, pihaknya sudah menyiapkan ruang kesehatan. Untuk penanganan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep dan rumah sakit setempat.

Selain itu, pihaknya menyediakan tempat mencuci tangan dengan sabun bagi penumpang. ”Kerja di terminal ini berisiko. Untuk itu, kami imbau juga kepada petugas untuk melindungi dan menjaga diri,” ungkapnya.

Upaya lain yang dilakukan yakni terus menyosialisasikan pencegahan penularan virus korona kepada penumpang di ruang tunggu melalui pengeras suara. Juga, berkoordinasi dengan perusahaan otobus (PO) untuk menjaga kebersihan armada angkutan umumnya secara rutin.

Handoko menyebutkan, ada dua trayek angkutan kota antarprovinsi (AKAP) dari Terminal Arya Wiraraja. Tujuan Sumenep–Jakarta dan Sumenep–Bali. Sedangkan untuk angkutan kota dalam provinsi (AKDP) melayani rute ke sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim).

Pihaknya mendata, ada lima PO AKAP yang menyediakan jasa angkutan darat dari Terminal Tipe A Arya Wiraraja Sumenep. Sedangkan untuk AKDP, ada sembilan PO yang menyediakan jasa angkutan darat.

”Dalam melakukan pencegahan penularan virus korona, kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. Mudah-mudahan Sumenep aman,” harapnya.

Sementara itu, Polres Sumenep resmi me-launching Tim Jokotole kemarin. Tim itu dibentuk salah satunya untuk ikut mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Keris.

Polisi yang ditunjuk bergabung dalam barisan itu dilengkapi peralatan khusus. Di antaranya, alat pelindung diri (APD), penyemprotan, dan perlengkapan lain. Setelah diluncurkan, tim langsung terjun ke Terminal Tipe A Arya Wiraraja Sumenep untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Petugas menyemprotkan cairan ke sejumlah bus yang akan berangkat. Termasuk ruang tunggu penumpang.

Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi menejelaskan, Tim Jokotole dibentuk sebagai tindak lanjut maklumat Kapolri untuk melakukan pencegahan Covid-19. Tidak hanya bertugas membantu upaya pencegahan virus korona, tim yang berjumlah 14 personel itu juga dibentuk untuk mengurangi angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sumenep.

”Untuk memberangus kemungkinan adanya aksi-aksi kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres Sumenep,” terangnya.

Pihaknya juga menyediakan saluran pengaduan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kamtibmas. Khususnya di jalanan. Tim Jokotole akan ditugaskan melakukan patroli ke seluruh pelosok desa di kabupaten ujung timur Pulau Madura.

Menurut Deddy, petugas yang tergabung dalam tim itu sudah diberi pelatihan khusus oleh Kompi Brimob Pamekasan. Dengan demikian, mereka mampu melaksanakan tugas kepolisian sebagai upaya pencegahan penularan virus korona.

Deddy menjelaskan, Tim Jokotole akan tetap bertugas meski Covid-19 di Indonesia sudah dinyatakan nol. ”Nantinya bisa lebih fokus menekan potensi tindak kejahatan jalanan. Sementara masih untuk wilayah daratan. Untuk kepulauan, kami akan pertimbangkan kesiapan personelnya,” katanya.

Dalam upaya pencegahan penularan virus korona, lanjut dia, Tim Jokotole akan ditugaskan menyemprotkan disinfektan ke sejumlah titik kumpul masyarakat. Misalnya, terminal, bandar udara (bandara), pelabuhan, dan pasar.

Terkait banyaknya informasi hoaks yang merebak mengenai Covid-19, perwira dengan dua melati di pundaknya itu mengimbau masyarakat tidak mudah percaya. Apalagi menyebarkannya di media sosial (medsos). ”Konfirmasi terlebih dahulu kebenaran dan sumbernya. Jangan asal menyebarkan informasi,” imbaunya.

Jika kedapatan ada seseorang yang menyebarkan berita bohong, yang bersangkutan bisa dikenakan pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). ”Kalau ada yang menyebarkan berita hoaks, salah satunya tetang virus korona, akan berhadapan dengan hukum,” tegasnya.

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia