alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota

Dampak Peningkatan Antisipasi Covid-19

Pangkas Jam Kerja ASN

23 Maret 2020, 18: 17: 43 WIB | editor : Abdul Basri

Dampak Peningkatan Antisipasi Covid-19

Share this      

Pemerintah kabupaten (pemkab) di Madura terus menyiagakan tim satuan tugas (satgas) untuk pencegahan virus korona (Covid-19). Kebijakan pembatasan jam kerja juga dikeluarkan. Masyarakat diimbau turut terlibat dalam upaya tersebut.

JAM kerja aparatur sipil negara (ASN) di Bumi Gerbang Salam dipangkas. Perubahan itu berlaku mulai hari ini, Senin (23/3) hingga 1 April mendatang. Hal itu tertuang dalam surat edaran (SE) Bupati Pamekasan Nomor 800/512/432.403/2020 tentang penyesuaian sistem kerja ASN dalam pencegahan Covid-19.

Pemangkasan jam kerja, selain untuk memutus kemungkinan penyebaran Covid-19 di lingkungan instansi pemerintah, juga untuk menindaklanjuti edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Dalam Negeri nomor 440/2436/SJ tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam sebagaimana dalam surat edaran tersebut memberlakukan jam kerja ASN mulai pukul 07.00–13.00 untuk ASN yang bertugas di organisasi perangkat daerah (OPD) dengan lima hari kerja. Kemudian, dari pukul 07.00–12.00 untuk OPD dengan enam hari kerja.

Pemkab juga meniadakan apel pagi. Tetapi, ASN wajib faceprint di kantor masing-masing sesuai jam kerja yang ditentukan.

Baddrut Tamam menginstruksikan kepada kepala OPD untuk meminimalkan agenda rapat atau pertemuan yang menghadirkan banyak peserta. Mekanisme rapat bisa dioptimalkan dengan pemanfaatan teknologi informasi.

Kendati pemotongan jam kerja adalah sistem kerja baru, Baddrut Tamam mengimbau agar kerja ASN di lini perangkat daerah tetap produktif dan terus terpacu mencapai target kinerjanya.

Salah satu OPD yang berhubungan dengan pelayanan publik yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Pamekasan. Setiap hari, sesuai jam kerja, tidak kurang dari seratus orang datang ke dispendukcapil untuk keperluan mengurus administrasi kependudukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendukcapil Pamekasan Achmad Faisol menyampaikan, pihaknya masih akan melakukan rapat dengan struktural di internal dispendukcapil. ”Nanti hasil rapatnya akan saya serahkan ke Pak Bupati,” katanya kemarin (22/3).

Namun yang pasti, pihaknya akan menyusun ketentuan baru untuk menyesuaikan jam kerja OPD dan pelayanan di dispendukcapil. ”Kami juga akan melakukan pembersihan di tempat-tempat pelayanan sebagai langkah antisipasi,” terangnya.

Pencegahaan Covid-19 juga berdampak pada meningkatnya masyarakat yang melakukan transaksi melalui mobile banking. Peningkatan itu terjadi sejak sepekan terakhir.

Salah satunya, transaksi melalui e-channel BNI Cabang Pamekasan. Transaksi melaui layanan itu meningkat hingga 20 persen. Dari yang awalnya hanya 25 persen menjadi 45 persen.

Pemimpin Cabang BNI Pamekasan Rachmat Mudji Widodo membenarkan adanya peningkatan transaksi e-channel oleh masyarakat setelah Covid-19 mewabah di Indonesia. ”Kami dorong (nasabah) transaksi menggunakan mobile banking,” ungkap dia kemarin.

Sementara untuk nasabah yang ingin membuka rekening juga diarahkan secara digital, yakni melalui BNI Sonic. Pengarahan tersebut agar tidak terjadi aktivitas atau masifnya kontak antar satu orang dengan yang lainnya.

Dorongan tersebut dikatakan juga untuk menjalankan prosedur tetap social distancing. ”Kami juga sedang koordinasi tentang operasional kantor,” terangnya. Hasilnya, mulai hari ini (23/3), BNI Cabang Pamekasan melakukan sedikit perubahan sistem kerja.

”Ada work from home 20 persen, dan pengurangan jam layanan dan penutupan satu kantor kas,” sambungnya. Jam layanan akan dibuka untuk BNI Cabang Pamekasan mulai pukul 08.30 sampai 15.30. ”Sebelumnya dari pukul 08.00 sampai 16.00,” jelasnya.

Rachmat menyampaikan bahwa pihaknya juga akan melakukan pencegahan-pencegahan fisik. ”Semua kantor, pagi dan sore kami semprot dengan disinfektan, termasuk uang kas dan setiap pegawai kami data suhu tubuhnya,” tambahnya.

Selain itu, pintu keluar-masuk ke berbagai kantor unit kerja di bawah Kantor Cabang BNI Pamekasan ditetapkan hanya satu pintu. Semua nasabah yang masuk akan dicek suhu tubuhnya dan akan diminta untuk memakai hand sanitizer.

”Pegawai frontliner kami wajibkan untuk memakai masker dan kaus tangan latex,” tutupnya. (ky)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia