alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Siapkan JPU Senior

23 Maret 2020, 14: 51: 54 WIB | editor : Abdul Basri

Siapkan JPU Senior

Share this      

PAMEKASAN – Kasus dugaan penggelapan uang nasabah Bank Jatim Unit Keppo segera menemui babak baru. Dokumen dakwaan terhadap Anni Fartini (AF), mantan teller bank pelat merah itu rampung.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pamekasan Teuku Rahmatsyah mengatakan, dakwaan terhadap tersangka penggelapan uang nasabah Bank Jatim itu rampung. Penuntut umum menyelesaikan penyusunan dokumen itu tepat waktu.

Dalam waktu dekat, surat dakwaan, berkas perkara, dan barang bukti akan dilimpahkan ke pengadilan. Setelah penyerahan itu, tindak lanjut kasus tersebut menjadi kewenangan pengadilan.

Teuku Rahmatsyah mengatakan, setelah pelimpahan dari kejari ke pengadilan, ketua pengadilan menunjuk majelis hakim yang akan menyidang. Lalu, persidangan dimulai sesuai tahapan yang ditentukan. ”Kami masih koordinasi dengan pengadilan untuk pelimpahannya,” katanya kemarin (22/3).

Kejari Pamekasan tidak main-main dalam menyelesaikan kasus tersebut. Jaksa penuntut umum (JPU) terbaik disiapkan mengawal kasus yang mencuat sejak Agustus 2019 lalu itu.

Pria asal Aceh itu menunjuk JPU senior di Kejari Pamekasan. Bahkan, salah satu jaksa yang ditunjuk itu merupakan pejabat struktural. ”Pejabat struktural di Kejari Pamekasan yang menjadi ketua timnya,” ujarnya.

Tersangka Anni Fartini saat ini menjadi tahanan Kejari Pamekasan. Perempuan yang berulang tahun tiap tanggal 27 Maret itu dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Pamekasan.

Anni Fartini menjadi tahanan kejari untuk keperluan penuntutan. Setelah dilimpahkan ke pengadilan, penahanan perempuan asal Kelurahan Barurambat Kota (Barkot), Kecamatan Kota itu untuk kepentingan persidangan.

Untuk diketahui, kasus dugaan penggelapan uang nasabah Bank Jatim itu mencuat pada Agustus 2019 lalu. Sejumlah kepala desa di Kecamatan Galis bingung lantaran dana desa (DD) yang disimpan di Bank Jatim Unit Keppo raib.

Namun, beberapa waktu setelah kabar raibnya DD mencuat, akhirnya saldo rekening desa kembali ada. Bank Jatim Cabang Pamekasan melaporkan dugaan penggelapan uang nasabah ke Polres Pamekasan.

Januari lalu, AF ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Uang nasabah yang diduga digelapkan senilai Rp 2,7 miliar, kemudian berkembang menjadi Rp 4 miliar. Keluarga AF mengganti sebagian uang tersebut.

(mr/pen/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia