alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Sumenep
icon featured
Sumenep

Kuota Bensin Sumenep 52 Ribu Kiloliter

22 Maret 2020, 16: 27: 17 WIB | editor : Abdul Basri

BAHAYA: Petugas memantau pengisian stok bahan bakar minyak di SPBU 5469403 Gedungan, Sumenep, beberapa waktu lalu.

BAHAYA: Petugas memantau pengisian stok bahan bakar minyak di SPBU 5469403 Gedungan, Sumenep, beberapa waktu lalu. (JUNAIDI PONDIYANTO/RadarMadura.id)

Share this      

SUMENEP – Kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sempat terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumenep. Hal ini membuat risau masyarakat yang biasa menggunakan BBM tersebut. Khususnya, bagi masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Tim Komunikasi Pertamina MOR V Wilayah Jatimbalinus Muhammad Ahad Rahedi menyampaikan, pengiriman suplai BBM subsidi ke SPBU tetap memperhatikan kuota. Batasan kuota ditetapkan pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Pertamina menjalankan penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan sesuai dengan jumlah yang sudah ditetapkan. Tahun ini alokasi atau kuota BBM jenis premium untuk Sumenep 52 ribu kiloliter (Kl).

Ketersediaan kuota yang harus tetap ada hingga Desember 2020. ”Menyalurkan BBM sesuai kebutuhan masyarakat dan berdasarkan ketentuan pemerintah. Yakni, penetapan kuota dari BPH Migas,” jelasnya.

Pihaknya mendorong konsumen yang tidak berhak menggunakan BBM bersubsidi beralih menggunakan bahan bakar khusus (BBK). Sesuai spesifikasi, kendaraan yang lebih berkualitas dan lebih ramah lingkungan.

Masyarakat harus memahami perbedaan kuota dan stok barang. Sejauh ini ketersediaan stok BBM jenis premium alias bensin tidak ada masalah. Kuota yang dimaksud berbeda dengan stok barang yang tersedia.

Kuota berupa angka yang ditugaskan kepada Pertamina untuk disalurkan. Sementara stok merupakan barang yang tersedia untuk disalurkan. ”Jangan sampai ada salah pemahaman antara kuota dengan stok. Sering kali pemahaman masyarakat berbeda. Stok itu angka barang yang siap disalurkan. Kalau kuotanya dibatasi, barangnya tetap ada di kami,” jelasnya. (jun)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia