alexametrics
Kamis, 02 Apr 2020
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Bupati Imbau Masyarakat Tenang dan Waspada

Pemkab Sampang Siap Hadapi Covid 19

20 Maret 2020, 14: 28: 08 WIB | editor : Abdul Basri

JANGAN PANIK: Bupati Slamet Junaidi (tengah) bersama anggota forkopimda memberikan keterangan kesiapan Pemkab Sampang dalam pencegahan Covid-19 di Posko Percepatan Penanganan Covid-19 kemarin.

JANGAN PANIK: Bupati Slamet Junaidi (tengah) bersama anggota forkopimda memberikan keterangan kesiapan Pemkab Sampang dalam pencegahan Covid-19 di Posko Percepatan Penanganan Covid-19 kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang siap menangani coronavirus disease 2019 (Covid-19). Kesiapan itu ditegaskan Bupati Slamet Junaidi di Posko Percepatan Penanganan Covid-19 di Gedung Kesenian, Jalan Wijaya Kusuma, kemarin (19/3).

Pada kesempatan itu, bupati didampingi forkopimda serta Satgas Penanggulangan Bencana Non-Alam dan Percepatan Penanganan Covid-19. Bupati yang akrab disapa Haji Idi itu mengungkapkan, dalam penanganan bencana non-alam tersebut pihaknya mengerahkan semua sumber daya manusia (SDM).

Di antaranya, dengan membentuk Satgas Penanggulangan Bencana Non-Alam dan Percepatan Penanganan Covid-19. Pihaknya sudah menyebarkan surat edaran kepada semua instansi pemerintah, termasuk lembaga pendidikan. Yakni, dengan melaksanakan pembelajaran dari rumah dalam jangka waktu 14 hari, terhitung sejak Senin–Minggu (16-29/3).

”Kami berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Tidak keluar rumah dan tidak bepergian ke tempat keramaian. Langkah ini harus dilakukan bersama-sama,” katanya.

Dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19, pihaknya melakukan pemeriksaan masyarakat keluar-masuk Kota Bahari. Yakni, dengan memeriksa kondisi kesehatan, suhu tubuh, dan riwayat perjalanan.

Jika ditemukan ada indikasi atau keluhan, segera dirujuk ke rumah sakit rujukan yang sudah ditentukan pemerintah. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran ke masyarakat yang lain. ”Yang jelas kami siap melayani masyarakat dengan fasilitas dan tenaga. Mudah-mudahan tenaga kesehatan yang kita miliki tetap semangat dan kuat,” ungkap Haji Idi.

Pemkab Sampang menetapkan 448 orang dalam risiko (ODR) dan 10 orang dalam pemantauan (ODP). Meski begitu, belum ada tanda-tanda yang mengarah pada positif Covid-19.

ODR adalah masyarakat yang masuk ke Sampang. Sementara ODP adalah orang yang memiliki gejala panas, batuk, dan pilek. Pihaknya mendeteksi dan memantau perkembangan kesehatan pasien tersebut selama 14 hari ke depan.

”Masyarakat tidak perlu panik. Sebab, ODR, ODP, maupun PDP ini belum positif Covid-19. Mereka tetap kami pantau perkembangan kesehatannya,” jelasnya.

Haji Idi menambahkan, pihaknya serius dalam memerangi virus korona. Pihknya menyediakan anggaran sekitar Rp 2 miliar. Anggaran tersebut untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat, baik fasilitas kesehatan dan yang lainnya. ”Tapi kita harus bersama-sama melawan virus ini,” imbaunya.

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS menambahkan, pihaknya melakukan operasi siber. Yakni, memanfaatkan media sosial untuk mendeteksi jika ada oknum yang membuat gaduh. Di samping itu, menekankan kepada toko dan swalayan agar tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk menyulitkan masyarakat mendapatkaan sembako.

Jika ada yang menyimpan alat-alat kesehatan atau mencari keuntungan, pihaknya akan melakukan upaya tindakan hukum. ”Semuanya akan kami tindak dengan penegakan hukum. Untuk saat ini kami belum menemukan warga yang melakukan upaya melawan hukum,” tandasnya. (bil)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia