alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Pamekasan
icon featured
Pamekasan

Cegah Penyebaran Corona, Pelayanan Peserta Bisa #DirumahAja

20 Maret 2020, 10: 31: 25 WIB | editor : Haryanto

Cegah Penyebaran Corona, Pelayanan Peserta Bisa #DirumahAja

Share this      

PAMEKASAN – Merebaknya Covid–19 yang ditetapkan sebagai pandemik global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), membuat beberapa lembaga dan institusi menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) kepada karyawannya.

Langkah itu diambil, agar tidak tertular Covid-19. Agar tetap bisa melayani masyarakat, perusahaan dan institusi pun menerapkan pelayanan berbasis online untuk mengurangi aktivitas pelayanan di kantor.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Cabang Pamekasan pun mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus Covid - 19.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Elke Winasari mengatakan, untuk mencegah penyebaran Covid–19, kantor BPJS Kesehatan di wilayah Madura hanya melayani peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan pengaduan.

Karena itu, peserta JKN-KIS dari segmen Non PBI disarankan memanfaatkan aplikasi Mobile JKN atau menghubungi Care Center 1500400. Sehinggga, bisa melakukan pelayanan tanpa harus ke kantor BPJS Kesehatan.

“Bagi peserta Non PBI (peserta mandiri, pekerja penerima upah, bukan pekerja) pelayanan untuk perubahan data peserta, perubahan kelas rawat kelas (khusus peserta mandiri), atau pemberian informasi  dan penanganan pengaduan bisa melalui Mobile JKN,” jelasnya.

Elke menambahkan, peserta JKN-KIS yang memerlukan pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) juga bisa memanfaatkan fitur antrean online.

Dengan adanya fitur antrean online tersebut, peserta JKN–KIS bisa mendapatkan nomor antrean untuk memeriksakan diri di FKTP melalui Mobile JKN. Sehingga, tidak perlu berlama-lama di FKTP.

“Ini merupakan upaya dari BPJS Kesehatan untuk meminimalisir aktivitas dan interaksi masyarakat di luar rumah. Harapannya, bisa menekan penyebaran virus Covid–19,” pungkasnya.

Sementara Abd. Hanan, warga Kecamatan Pegantenan, Pamekasan memahami kebijakan yang diterapkan BPJS Kesehatan. Dia mengaku telah memindahkan FKTP-nya melalui Mobile JKN.

“Awalnya mau ke kantor untuk pindah dokter (FKTP) sekaligus cetak kartu. Tapi, satpam BPJS menyarankan dipindah melalui HP (Mobile JKN). Sudah saya coba dan ternyata lebih mudah,” ujarnya sambil tertawa. (ar/tw)

(mr/*/yan/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia