alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Features
icon featured
Features

Lapas Kelas II-A Pamekasan Ikut Waspadai Covid-19

Siapkan Fasilitas Video Call

18 Maret 2020, 19: 08: 45 WIB | editor : Abdul Basri

SEPI: Sipir berada di sekitar tempat jenguk napi dan tahanan di Lapas Kelas II-A Pamekasan kemarin.

SEPI: Sipir berada di sekitar tempat jenguk napi dan tahanan di Lapas Kelas II-A Pamekasan kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

Share this      

Peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran coronavirus disease (Covid-19) dilakukan di mana-mana. Tak terkecuali di Lapas Kelas II-A Pamekasan.

LAPAS Kelas II-A Pamekasan sepi kemarin (17/3). Tempat tunggu keluarga pengunjung kosong. Halaman hotel prodeo itu juga tampak lengang. Hanya ada beberapa kendaraan bermotor di tempat parkir tamu.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) masuk melalui akses utama. Sekali bel dipencet, petugas langsung membuka pintu. Tanpa antre, koran ini masuk dengan tetap sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Hand sanitizer menempel di dinding pintu masuk kunjungan. Setiap sipir yang keluar masuk berhenti sejenak membersihkan tangannya. Los tempat napi menemui keluarganya kosong, tanpa seorang pun pengunjung.

Pemandangan itu sangat berbeda dengan hari sebelumnya. Biasanya, deretan los itu sesak dengan kunjungan. Beragam makanan, buah, hingga oleh-oleh khas desa biasanya berserakan di samping pengunjung.

Tapi kemarin, suasananya berbanding terbalik. Kosong. Tidak ada pengunjung. Hanya sipir sesekali melintas di tempat paling istimewa bagi napi karena bisa meluapkan rindu pada keluarganya itu.

Kepala Lapas Kelas II-A Pamekasan M. Hanafi mengatakan, sejauh ini belum ada kebijakan menyetop jadwal kunjungan. Pihak lapas dalam tahap menyosialisasikan bahwa akan ada pengurangan jumlah kunjungan.

Kebijakan tersebut ditempuh untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Pengunjung yang datang langsung disuguhi informasi itu. ”Belum ada penyetopan kunjungan. Kalau dadakan, khawatir masyarakat kaget,” katanya.

Pihak lapas juga memberikan fasilitas bagi keluarga agar tidak perlu berkunjung. Yakni, layanan video call antara napi dan tahanan dengan keluarga di rumah. Fasilitas tersebut diyakini mampu menekan angka kunjungan.

Teknis layanan video call diatur agar tidak bertentangan dengan hukum. Layanan tersebut menjadi pilot project lapas di Jawa Timur karena baru diterapkan di Pamekasan. ”Jadi, kalau mau bertatap muka dengan keluarga, cukup melalui video call,” terangnya.

Hanafi mengakui layanan itu tidak bisa membuat warga puas. Dia sadar bahwa kerinduan keluarga hanya bisa ditebus dengan bertatap muka. Tetapi, dengan adanya wabah virus korona, kebijakan tegas harus diambil.

Harapannya, kunjungan warga tidak memicu penyebaran virus mematikan tersebut. Bagi Hanafi, menjaga keselamatan orang banyak sangat penting. ”Pemerintah meminta agar menghindari keramaian,” tuturnya.

Pria kelahiran Pamekasan itu menegaskan, warga yang berkunjung tetap dilayani. Namun, ada perlakuan khusus. Di antaranya, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan hand sanitizer.

Suhu badan setiap pengunjung juga akan dicek. Namun, pengadaan alat pendeteksi suhu itu belum bisa dilakukan karena sangat sulit didapatkan.

Hanafi berupaya membeli alat pendeteksi suhu badan itu. Dengan demikian, pengawasan terhadap kemungkinan terjadinya penyebaran virus korona lebih optimal.

Pria pencinta kuda itu berharap masyarakat tidak resah. Kebijakan yang diterapkan di Lapas Kelas II-A Pamekasan bersifat sementara. Jika kondisi aman, pelayanan akan diterapkan secara normal.

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia