alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Berita Kota
icon featured
Berita Kota

Sumenep Tutup Tempat Wisata, Pamekasan Persiapan

18 Maret 2020, 19: 07: 00 WIB | editor : Abdul Basri

Sumenep Tutup Tempat Wisata, Pamekasan Persiapan

Share this      

EMPAT tempat wisata di Kota Keris ditutup. Hal itu menyusul surat yang dikeluarkan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep. Surat bernomor 556/379/435.108.1/2020 itu ditujukan bagi seluruh pengelola objek wisata dan pengelola hotel maupun penginapan.

Ada lima poin yang tertuang dalam surat tertanggal 16 Maret 2020 tersebut. Di antaranya, menutup sementara destinasi wisata yang dikelola Pemkab Sumenep. Yakni, Pantai Lombang, Salopeng, Museum Keraton Sumenep, dan Telaga Kermata, mulai 16–-29 Maret 2020.

Kepala Disparbudpora Sumenep Bambang Irianto menyampaikan, para pengelola objek wisata lainnya diimbau mengikuti kebijakan pemerintah tersebut. Sedangkan pengelola hotel maupun penginapan diharapkan aktif berkoordinasi dengan pemkab mengenai pengunjung yang datang ke Kota Keris.

”Upaya ini sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19 di Sumenep. Kami sebar kepada pengelola-pengelola wisata,” jelas Bambang kemarin (17/3).

Pihaknya perlu mengeluarkan surat tersebut. Mengingat, banyak destinasi wisata di Kota Keris yang kerap jadi jujukan pengunjung. Baik wisatawan Nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Di sisi lain, sejumlah objek wisata di Sumenep tetap membuka kunjungan. Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian bagi para pengelola wisata. ”Demi kebaikan bersama,” imbau Bambang.

Berdasar data terakhir, Disparbudpora Sumenep mencatat ada 28 objek wisata di Kota Keris pada 2019. Mulai wisata alam, religi, budaya, hingga sejarah. Jutaan pengunjung datang ke Sumenep untuk menikmati ragam destinasi. Untuk kondisi saat ini, tingginya kunjungan terlebih dari luar daerah tidak diharapkan.

”Karena potensi penyebaran virus ini juga akan lebih tinggi. Karena itu, kami harap untuk sementara semua objek wisata ditutup dulu,” katanya.

Sementara di bumi Gerbang Salam, masih sebatas rencana. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan akan mengeluarkan imbauan peningkatan kewaspadaan penyebaran Covid-19.

Kepala Disparbud Pamekasan Achmad Sjaifuddin mengaku, pihaknya sudah membuat surat edaran kepada semua pelaku pariwisata untuk meningkatkan kewaspadaan. Mulai di penginapan, restoran, hingga di objek-objek wisata di Pamekasan.

”Sementara, kami hanya minta ada peningkatan kewaspadaan. Bukan penutupan tempat wisata,” ujarnya kemarin.

Surat edaran itu masih akan diajukan kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam untuk ditandatangani. Menurut Sjaifuddin, sangat dimungkinkan orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan itu tidak menginginkan adanya peningkatan kewaspadaan, tetapi akan meminta penutupan.

”Sampai saat ini, belum ada instruksi penutupan. Tetapi, bisa saja bupati meminta ada penutupan, bukan peningkatan kewaspadaan,” tambahnya.

Sjaifuddin meminta pelaku wisata di pamekasan, khususnya yang dikelola perorangan, menyediakan pembersih berupa hand sanitaizer. Pengunjung juga harus diminta menjaga kebersihan. Hal itu merupakan langkah antisipasti adanya penyebaran Covid-19.

”Semua tempat wisata kami harapkan menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir yang dilengkapi pembersih berupa hand sanitaizer,” pintanya.

Pengelola wisata di Pamekasan juga selektif menerima kunjungan. Khususnya, wisatawan dari luar daerah Madura. Diharapkan ada pemeriksaan setiap wisatawan yang ingin berlibur di tempat wisata di Kabupaten Pamekasan.

”Kami harap, setiap tamu yang datang diperiksa dulu demi kebaikan bersama,” harapnya. (jup)

(mr/bad/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia