alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarmadura
Home > Bangkalan
icon featured
Bangkalan

Sisir Apotek, Waspadai Penimbunan Masker

18 Maret 2020, 18: 58: 02 WIB | editor : Abdul Basri

PENCEGAHAN: Satpol PP melakukan penyisiran di apotek wilayah Bangkalan kemarin.

PENCEGAHAN: Satpol PP melakukan penyisiran di apotek wilayah Bangkalan kemarin. (DAFIR FALAH/RadarMadura.id)

Share this      

BANGKALAN – Petugas Satpol PP Bangkalan baru menyikapi kelangkaan masker dan antiseptik kemarin (17/3). Penegak perda mengaku tidak menemukan apotek atau oknum yang menimbun masker dan antiseptik di Kota Salak.

Petugas juga menyisir sejumlah tempat ibadah. Mereka memberikan imbauan agar menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah.

Kepala Satpol PP Bangkalan Irman Gunadi mengutarakan, penyisiran apotek dan rumah ibadah bertujuan mencegah virus korona. Adapun di apotek, itu lebih kepada ketersediaan dan penimbunan masker.

”Masker di apotek relatif sedikit. Karena itu, kami sisir. Takutnya dari pihak apotek melakukan penimbunan,” ujarnya.

Namun setelah dikroscek ke apotek-apotek, belum ada indikasi penimbukan masker. Begitu juga ketika dicek di daftar barang melalui komputer di apotek tersebut.

”Kalau harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan sebelumnya. Mungkin stoknya juga terbatas,” katanya.

Sementara itu, penyisiran ke rumah-rumah ibadah itu lebih kepada pemberian imbauan. Misalnya, berupa sterilisasi karpet musala untuk dijemur. Kemudian, lantainya dipel pakai antiseptik. ”Sudah kami sisir semua tempat ibadah,” tuturnya.

Hari ini pihak satpol PP juga mendatangi layanan-layanan kesehatan. Tujuannya, memberikan pengawasan agar penyebaran virus korona tidak terjadi. ”Selama 14 hari ke depan, kami memang ditugaskan membantu pencegahan virus korona di Bangkalan,” terangnya.

Sementara di Sampang, petugas satpol PP melakukan patroli ke tempat-tempat umum. Ada sejumlah siswa yang diamankan dan dilakukan pembinaan para penegak perda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Penegakan Perda Satpol PP Sampang Moh. Jalil mengatakan, patroli bertujuan mencegah adanya kerumunan orang di tempat-tempat umum. ”Supaya tidak terjadi mobilisasi di tempat-tempat umum,” katanya.

Angggotanya menyisir tempat-tempat vital yang menjadi akses mobilisasi masyarakat. Misalnya, di taman kota, Taman Wijaya Kusuma, pasar, dan area wisata Gua Lebar.

”Kami melakukan sosialisasi dan pembinaan. Dengan begitu, di Sampang aman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau penumpukan di tempat umum,” terang Jalil.

Dia mengakui, anggotanya sempat mengamankan enam pelajar di Taman WiJaya Kusuma Sampang. Sebab, mereka mengenakan seragam sekolah dan bergerombol.

”Karena tidak ada pelanggaran, kami hanya memberikan arahan dan pembinaan agar belajar di rumahnya,” ucapnya.

Sekolah diliburkan bukan berarti semua siswa bebas dari pelajaran. Mereka harus berada di rumah sambil belajar. ”Kami akan selalu antisipasi agar masyarakat dan siswa tidak berkerumun di tempat umum,” tandasnya. (iqb)

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia