alexametrics
Jumat, 03 Apr 2020
radarmadura
Home > Sampang
icon featured
Sampang

Batasi Perkumpulan Lebih 20 Orang

17 Maret 2020, 17: 46: 21 WIB | editor : Abdul Basri

TETAP NORMAL: Pedagang ikan menjalankan aktivitas seperti biasa di Pasang Srimangunan, Sampang, kemarin.

TETAP NORMAL: Pedagang ikan menjalankan aktivitas seperti biasa di Pasang Srimangunan, Sampang, kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Share this      

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sampang juga melakukan langkah antisipasi Covid-19. Misalnya, membatasi pertemuan yang melibatkan orang banyak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi belum memetakan lokasi pusat keramaian. Kendati begitu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Bahari.

Dalam dua pekan ke depan, pihaknya bakal membatasi perkumpulan orang. Artinya, pertemuan yang melibatkan lebih dari 20 orang tidak diperbolehkan. ”Jika terpaksa, harus mengikuti prosedur kesehatan seperti cuci tangan dan yang lain,” ungkap Agus kemarin (16/3).

Saat ini pihaknya fokus mengantisipasi penyebaran virus korona. Agus akan berkoordinasi dengan bupati Sampang untuk memberikan beberapa pertimbangan dalam menghadapi ancaman Covid-19.

Agus meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar ruangan. ”Jadi, dalam menghadapi situasi seperti ini, kita harus siap. Mungkin nanti ada surat edaran yang dikeluarkan oleh pemkab,” tuturnya.

Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Titin Hamidah menjelaskan, penanganan pasien Covid-19 tidak bisa dilakukan di rumah sakit (RS) daerah. Apalagi, RS yang dipimpinnya tersebut tidak termasuk dalam rumah sakit rujukan.

Karena itu, jika ada yang terinfeksi Covid-19, harus dilakukan rujukan ke RS dr. Soetomo, Surabaya. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan upaya antisipatif. Yakni, menyiapkan fasilitas kesehatan untuk pasien dalam pemantauan.

”Jadi, kami tidak merawat pasien Covid-19. Kalau ada yang terinfeksi langsung dirujuk. Nanti diperiksa positif tidaknya,” jelasnya.

Titin menceritakan, sepekan lalu ada dua pasien yang pulang dari perjalanan umrah. Ada keluhan batuk dan pilek. Setelah diperiksa, keduanya bersih dari virus korona.

Dalam mendeteksi penyebaran virus tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan puskesmas. Di antaranya dengan mendeteksi jika ada orang yang pulang dari luar negeri. ”Kalau ada gejala panas, batuk, dan pilek, kami lakukan pemeriksaan di RSUD,” terangnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sampang Slamet Junaidi melakukan langkah seperti yang diinstruksikan Pemprov Jatim. Di antaranya, mengeluarkan surat edaran agar pembelajaran dilakukan di rumah.

Di samping itu, pihaknya intens berkoordinasi dengan Dinkes Sampang untuk melakukan langkah pencegahan. Di antaranya, melakukan sosialisasi hidup bersih kepada masyarakat.

”Tentu, kesehatan masyarakat itu sangat penting. Karena itu, kami meminta orang tua menjaga anaknya agar tidak ke mana-mana,” kata bupati yang akrab disapa Haji Idi itu.

Tidak hanya itu, Haji Idi mengaku akan mengawasi kondisi tempat-tempat keramaian. Di antaranya, lokasi tempat wisata di Kota Bahari. Menurut dia, penyebaran virus korona tersebut terjadi karena kontak fisik di lokasi keramaian.

”Kami sudah melakukan penyemprotan di beberapa tempat keramaian. Harapannya, penyebaran virus ini tidak meluas,” ujar mantan anggota DPR RI itu.

Dalam mengantipasi merebaknya virus korona, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Di antaranya dengan pihak bulog. Itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat Sampang masih aman.

Haji Idi mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik. Apalagi pemerintah sudah melakukan langkah antisipatif. ”Masalah pangan, sembilan bahan pokok masyarakat tidak perlu khawatir. Insyaallah kebutuhan pokok masih aman,” tandasnya.

Di tempat tepisah, Kepala Pasar Srimangunan Nanik Fajaryati menyampaikan, informasi merebaknya virus korona belum berdampak pada kondisi pasar di Kota Bahari. Masyarakat yang berkunjung ke pasar masih nomal. Hal itu bisa dilihat dari jumlah retribusi yang ditarik dari pedagang pasar.

”Mungkin karena masyarakat banyak yang belum tahu. Di samping itu, masyarakat kan harus belanja untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya belum melakukan langkah antisipatif penyebaran Covid-19. Dia mengaku belum ada instruksi dari dinas terkait dalam penanganan kasus tersebut.

”Saya memang ada rencana menghadap Kadis. Nanti kami koordinasi dulu, apa yang harus kami lakukan,” terangnya.

Antisipasi penyebaran Covid-19 juga dilakukan semua pihak di Sumenep. Sarana umum di Pelabuhan Pelindo III Kalianget juga menjadi sasaran bersih-bersih kepolisian kemarin (16/3).

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyatakan, kerja bakti dilakukan bersama Forpimda Sumenep. Pembersihan sarana umum dilaksanakan di pelabuhan dan kapal jurusan Pulau Masalembu dan Kangean.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar mencuci tangan dengan benar dan gunakan masker. Terutama, yang sakit diharapkan mencegah penyebaran virus dan kuman. Selain itu, mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran, buah, dan makanan berprotein.

”Hindari bepergian ke tempat atau negara yang terjangkit dan hindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan virus korona. Ini merupakan cara yang paling sederhana, tetapi efektif untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19,” katanya. (bil/mi)

(mr/luq/onk/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia